Bab 144: Mereka Semua Keracunan
Lin Jing menerima pesanan makanan tersebut, dan keempat orang itu duduk di dalam restoran. Suasana di antara mereka terasa sedikit canggung.
Akhirnya, Zhou Shaoyang mengangkat gelas di tangannya dan berkata perlahan, "Aku tidak menyangka kita begitu berjodoh hingga bisa berkumpul di sini. Kita semua duduk di sini demi merayakan ulang tahun Jing'er. Jodoh seperti ini adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa diminta oleh orang lain!"
"Betul!"
"Jingjing, selamat ulang tahun."
"Selamat ulang tahun!"
Lin Jing sangat gembira, tenggelam dalam kebahagiaan.
Ia bersandar dengan lembut di dalam pelukan Zhou Shaoyang.
Memanfaatkan hari baik ini, Lin Jing langsung membuka sebotol anggur merah.
Masing-masing menuangkan segelas. Setelah beberapa teguk, didorong oleh pengaruh alkohol, Yao Qian tetap nekat menanyakannya.
"Yezhao, aku ingin bertanya satu hal padamu!"
"Hmm?"
Yezhao mendongak dengan susah payah, menatap Lin Jing dengan penuh kecurigaan, tidak tahu apa yang hendak wanita itu katakan.
"Sebenarnya apa alasanmu masuk penjara? Aku dengar dari Lin Jing bahwa ada banyak orang di sana yang memburumu, terutama dari keluarga Chen!"
Ucapan Yao Qian membuat Yezhao sedikit mengerutkan kening dan meletakkan gelasnya ke samping.
"Sebenarnya benda apa yang membuatmu begitu nekat menerobos masuk ke dalam penjara tanpa memedulikan keselamatanmu?"
Yao Qian merasa bingung. Yezhao mengangkat sudut bibirnya dan berkata, "Mengetahui terlalu banyak tentang hal ini tidak ada untungnya bagimu."
Yezhao sama sekali tidak berniat menceritakan masalah tersebut.
Alis Yao Qian bertaut membentuk kerutan kecil, dan ia menegakkan seluruh tubuhnya. "Begitu ya, jadi aku dianggap ikut campur urusan orang lain."
"Tentu saja tidak!"
Yezhao buru-buru menjelaskan, "Tetapi masalah ini memang ada kaitannya dengan keluarga Chen. Yang bisa aku katakan kepadamu adalah bahwa benda ini sangat penting bagi keluarga Chen, begitu pentingnya hingga aku sama sekali tidak akan menyerahkan benda itu kepada mereka."
"Hanya karena alasan itu? Apa kamu tahu betapa berbahayanya situasi Lin Jing dua hari yang lalu?"
Yao Qian keceplosan. Lin Jing tadinya masih bersandar di pelukan Zhou Shaoyang, dan keduanya sedang berbicara mesra bagaikan lem dan perangko.
Mendengar itu, Lin Jing langsung duduk tegak dan buru-buru berkata, "Qianqian!"
Ia tidak ingin Yao Qian membeberkannya.
"Ada apa sebenarnya?"
Zhou Shaoyang merasa dirinya sudah melindungi Lin Jing dengan sangat baik, namun ia tidak menyangka Yao Qian akan mengucapkan kata-kata seperti itu. Sebenarnya apa yang telah terjadi?
"Shaoyang, jangan dengarkan Qianqian!"
Lin Jing buru-buru berkata, tetapi ketika melihat ekspresi terkejut di wajah Zhou Shaoyang yang bertekad untuk mencari tahu akar masalahnya, ia menghela napas panjang.
Ia tahu bahwa dirinya sudah tidak bisa menutupinya lagi.
"Sebenarnya tidak separah itu. Saat itu, setelah kamu mengantarku pulang sampai di lantai bawah, ketika aku melangkah masuk ke pintu gedung, aku merasa diikuti seseorang."
"Masih ada lagi!" Yao Qian berkata dengan suara lantang, bermaksud agar Lin Jing menceritakan semuanya.
"Aduh, Qianqian, jangan begini. Sebenarnya pada saat itu aku benar-benar baik-baik saja. Apa urusan keluarga Chen mengincarku, interaksiku dengan Yezhao sangat sedikit!"
"Yang dikhawatirkan adalah keluarga Chen mengira ada barang di tanganmu yang sedang mereka cari. Yezhao bisa masuk ke penjara, itu berarti benda yang paling penting bagi keluarga Chen tersebut berada di dalam penjara. Dia pasti sudah menghancurkan benda itu, atau justru membawanya keluar!"
Yao Qian menganalisisnya dengan tenang. Yezhao mengangkat alisnya karena terkejut, tidak menyangka wanita ini mampu menganalisis masalah tersebut hingga mendekati kebenaran.
"Oleh karena itu, alasan mengapa keluarga Chen bisa melacakmu hanya ada satu!"
Kata Yao Qian sambil melirik Yezhao dengan tatapan dingin. Melihat Yezhao menatapnya dengan mata jernih, ia pun melanjutkan ucapannya.
"Itu berarti keluarga Chen menduga bahwa Lin Jing telah membawa benda tersebut keluar!"
Semakin lama Yezhao merasa bahwa wanita bernama Yao Qian ini terlalu cerdas.
Ia benar-benar memiliki bakat untuk menjadi seorang polisi.
Mendengar analisis Yao Qian, Lin Jing mengerutkan kening.
Ia juga merasa sangat aneh mengapa keluarga Chen mengincarnya. Ditambah lagi dengan kejadian antara Zhou Shaoyang dan Yezhao sebelumnya, semakin dipikir ia merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Hari ini, ketika Yao Qian blak-blakan membuka masalah ini, Lin Jing memiliki suatu firasat bahwa wanita itu sengaja mengatakannya tepat di hadapannya.
Pertama, untuk memberikan peringatan kepada dirinya. Kedua, untuk memperingatkan Yezhao agar tidak menyeretnya ke dalam situasi yang berbahaya.
Lin Jing menegakkan tubuhnya, menatap Yezhao dalam diam, tidak tahu apa yang akan dikatakan pria itu.
Yezhao menundukkan pandangannya dan berkata perlahan, "Ini hanyalah tebakanmu, dan juga sekadar dugaan keluarga Chen. Itulah sebabnya mereka tidak melakukan tindakan yang lebih membahayakan terhadap Lin Jing."
"Benar!" jawab Yao Qian tanpa ragu sedikit pun.
"Aku hanya ingin memberitahumu satu hal, yaitu jangan pernah menempatkan sahabatku dalam bahaya!"
Yao Qian berkata dengan suara tinggi dan nada yang tegas.
Yezhao mengangguk. "Aku mengerti kamu mengkhawatirkan temanmu, tapi janganlah menilai diriku begitu buruk..."
"Aku justru berharap kamu adalah orang baik, tetapi melihat dari cara bagaimanapun, kamu sama sekali tidak terlihat seperti orang baik."
Yao Qian tanpa sadar melontarkan kalimat itu. Lin Jing langsung tertawa terbahak-bahak.
"Perlu separah inikah, Qianqian? Kamu benar-benar membuatnya ketakutan!"
Tawa Lin Jing yang tiba-tiba pecah mencairkan suasana, membuat Yezhao dan Zhou Shaoyang terpana.
Yao Qian pun ikut tertawa terpingkal-pingkal sambil berkata pelan, "Aku hanya bercanda, Yezhao. Kamu tidak benar-benar mempercayai ucapanku barusan, kan?"
Mana yang benar dan mana yang dusta, tidak seorang pun yang tahu.
Hati Yezhao yang tadinya merasa tegang akhirnya kini menjadi rileks. Ia tersenyum tipis dan hendak membuka mulut untuk berbicara, ketika tiba-tiba ia melihat Yao Qian memegang perutnya.
"Sakit sekali!"
Sebuah seruan membuat ekspresi wajah ketiga orang lainnya langsung berubah drastis secara bersamaan.
"Ada apa?"
Saat hendak melangkah maju, Yezhao merasakan sensasi kram dan nyeri yang luar biasa melilit di perut bagian bawahnya, bahkan membuatnya tidak mampu untuk sekadar menegakkan pinggang.
"Ugh!"
Rasa sakit yang teramat sangat membuatnya berlutut dengan satu kaki di atas lantai. Sementara itu, Zhou Shaoyang dan Lin Jing di sampingnya juga menunjukkan ekspresi yang sama, terbaring kesakitan sambil memegangi perut masing-masing.
Wajah Yezhao dan yang lainnya berubah pucat pasi. Lin Jing berseru spontan, "Kita diracuni?"
Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, sebuah suara dentuman keras terdengar. Pintu kamar ditendang hingga terbuka, dan beberapa pria berbadan kekar berjas melangkah masuk. Melihat kondisi keempat orang itu, mereka langsung mencibir dingin.
"Barangnya di mana? Serahkan!"
Beberapa pria itu bertindak kasar dan langsung langsung pada intinya.
Yezhao tidak mengatakan apa-apa, keningnya berkerut dalam. Sambil meringkuk menahan sakit, ia telah mengeluarkan beberapa jarum perak.
Dengan kecepatan kilat, ia menancapkan jarum-jarum itu ke kulitnya sendiri untuk memperlambat aliran racun di dalam tubuhnya.
"Cepat bicara!"
Melihat Yezhao dan kawan-kawan kesakitan dan enggan bersuara, salah satu pria menendang tubuh Zhou Shaoyang dengan keras.
"Shaoyang!"
Lin Jing berteriak penuh kecemasan, lalu menerkam ke arah pria itu untuk mendekap dan melindungi Zhou Shaoyang di dalam pelukannya.
Beberapa bulan lalu, Zhou Shaoyang baru saja melewati masa kritis akibat sakit parah, dan sekarang ia harus mengalami kejadian semacam ini lagi, yang tentu saja membuat hati Lin Jing merasa sangat perih.
Zhou Shaoyang memejamkan matanya rapat-rapat. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya bahkan tidak mampu untuk sekadar berbicara, dan tubuhnya bergetar tak terkendali.
Lin Jing memeluk Zhou Shaoyang erat-erat sambil terisak, "Sebenarnya siapa kalian, dan barang apa yang kalian cari! Apakah kalian tahu, tindakan kalian ini sama saja dengan menyerang polisi!"
"Sialan, berani-aninya dia mengancamku dengan polisi! Rupanya kamu sudah bosan hidup!"
Pria di depan merasa berang, lalu mengangkat kakinya berniat memberi pelajaran pada Lin Jing, namun ditarik dan dicegah oleh seseorang di sampingnya.
"Bos, kita datang ke sini untuk mengambil barang, bukan untuk memukuli polisi!"
Anek buahnya buru-buru mengingatkan, yang membuat kemarahan pria itu sedikit mereda.
"Sekarang mereka berempat sudah tidak punya tenaga lagi. Hancurkan tempat ini! Geledah seluruh rumah ini sampai jungkir balik pun, kalian harus temukan barang itu!"
"Baik!"