Bab 154 Jangan Muncul di Kota Dongwen

Menantu Dokter yang Hebat Tujuh Burung Gereja 2469kata 2026-03-31 21:51:23

"Baik!"

Bagian keuangan mengangguk patuh, lalu buru-buru memberikan isyarat mata kepada Zhou Yang.

Zhou Yang buru-buru memasang senyum palsu profesionalnya, lalu berlari di hadapan Ye Zhao dengan penuh antusias.

"Tuan, saya akan segera membungkusnya untuk Anda, segera!"

Ren Ling berdiri di tempatnya dengan tubuh bergetar, sama sekali tidak menyangka bahwa pria di hadapannya ini benar-benar membeli harta karun toko mereka!

Yang paling penting adalah, komisi penjualan ini seharusnya menjadi hak miliknya!

Namun, komisi itu terbang begitu saja dari hadapannya tanpa hasil!

Nilai penjualan sebesar lima belas juta, ini bahkan melebihi total penjualannya selama setahun penuh!

Begitu membayangkan komisi penjualan tersebut, rasanya jutaan lembar uang kertas telah menumbuhkan sayap dan melesat begitu saja melewati sisinya. Hal itu membuat seluruh tubuh Ren Ling bergetar tak terkendali.

Bagaimana bisa seperti ini!

Ia mengeluarkan pekikan aneh dan berteriak dengan lantang, "Komisi itu adalah milikku!"

Teriakan tersebut membuat manajer toko Zhou Yang beserta para staf sales di sekitarnya mengerutkan kening.

Mendengar itu, Ye Zhao mengangkat sebelah alisnya dan langsung tertawa lepas, "Kenapa? Sekarang, kamu mau melayaniku?"

"Ya, ya!"

Ren Ling buru-buru menjawab sambil melangkah ke hadapan Ye Zhao. Demi uang, demi komisi, ia sanggup melakukan apa saja.

Ren Ling berjalan mendekati Ye Zhao dengan gerakan yang menggoda, meliuk-liuk pinggangnya, melemparkan pandangan genit ke arahnya, dan dengan sengaja mendesakkan tubuhnya ke dekat Ye Zhao. "Tuan, tadi saya salah minum obat sehingga pikiran saya sedikit kacau. Anda adalah orang besar, mohon jangan masukkan kesalahan orang kecil ke dalam hati!"

Ye Zhao mengerutkan keningnya dalam-dalam, merasa agak jijik. Wanita murahan seperti ini berani-aninya berdiri di dekatnya.

Ia baru saja hendak membentak, ketika tiba-tiba sepasang lengan yang lembut merangkul lengan Ye Zhao dan mendorong Ren Ling menjauh.

Jiang Rumeng merangkul lengan Ye Zhao dan membentak dengan suara tinggi, "Siapa yang menyuruhmu menyentuh suamiku!"

Ren Ling merasa sangat canggung, ia hampir lupa bahwa wanita ini masih ada di dekatnya.

Sudut bibirnya berkedut, lalu ia berpikir sejenak. Jangan-jangan ketiga berlian ini dibeli untuk ketiga wanita tersebut.

Semakin dipikir, Ren Ling semakin merasa kesal. Mengapa dirinya tidak memiliki nasib baik seperti itu, mendapatkan pria yang begitu hebat!

Ia berkata dengan penuh emosi tanpa berpikir panjang, "Kalian punya keahlian apa, bukankah hanya mengandalkan pesona tubuh saja? Aku juga tidak kalah, dibandingkan kalian bertiga, ukuran dadaku bahkan H!"

Ren Ling berbicara dengan suara lantang sambil membusungkan dadanya.

Ucapan itu membuat Jiang Rumeng merasa malu sekaligus geram.

Ia benar-benar belum pernah melihat wanita seperti itu.

Ye Zhao pun merasa serba salah, antara ingin tertua dan menangis. Saat ia hendak berbicara, Bai Weiwei yang berdiri di belakang merasa sudah tidak tahan lagi mendengarnya, lalu melangkah maju dan menghampiri wanita itu. "Apa maksud dari ucapanmu barusan?"

Ren Ling menjawab dengan tidak mau kalah, "Masih belum paham juga? Kalian bertiga, bukankah sama-sama mengandalkan kecantikan untuk berdiri di sisi pria itu? Aku juga bisa!"

Pernyataan yang begitu "ambisius" itu sama saja dengan menghina ketiganya.

"Kau!"

"Zhou Yang!"

Bai Weiwei memanggil dengan suara keras. Zhou Yang merinding seketika. Entah mengapa, nada suara saat memanggil namanya itu terdengar begitu akrab!

Zhou Yang menoleh dengan perasaan terkejut, dan setelah melihat siapa yang berbicara, seluruh kakinya langsung bergetar tak terkendali.

"Di... Direktur..."

Bukankah ini sang direktur utama!

"Hanya dengan memanggilnya manajer, sudah bisa membersihkan status kalian sebagai wanita-wanita pemeras?"

Ren Ling mencibir, memandang Bai Weiwei dengan penuh penghinaan.

Tanpa ragu sedikit pun, Zhou Yang mengangkat tangannya dan menampar wajah Ren Ling.

"Plak!"

Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring, mengejutkan semua orang yang hadir di tempat kejadian.

Ren Ling memegangi pipinya dengan perasaan tidak percaya, sama sekali tidak menyangka Zhou Yang akan memperlakukannya seperti itu.

Ia berteriak dengan emosi, "Apa yang kamu lakukan, Manajer! Aku ini adalah sales terbaik di sini, pria ini tadi aku yang membawa..."

"Enyah kamu!"

Zhou Yang merasa begitu marah hingga hampir menangis.

Bodoh sekali wanita ini, mencari masalah dengan siapa pun jangan pada direktur utama.

Siapa yang tidak tahu bahwa sang direktur utama terkenal sebagai wanita besi, dan tidak pernah terlibat skandal dengan pria manapun.

Sekarang setelah dihina sedemikian rupa oleh Ren Ling, jangankan memecatnya, bahkan jika Bai Weiwei ingin membuat wanita itu tidak bisa mendapatkan pekerjaan lagi seumur hidupnya, itu adalah hal yang sangat mudah baginya.

"Kenapa memukulku, kenapa menyuruhku pergi!"

Semakin dipikir, Ren Ling semakin merasa geram, lalu ia bertanya dengan nada tinggi.

Bai Weiwei berkata dengan dingin, "Hanya karena perusahaan ini adalah milikku!"

"Milikmu?" Ren Ling terpaku, merasa tidak percaya. "Hih! Siapa yang tidak tahu bahwa toko ini adalah bagian dari perusahaan keluarga Bai, memangnya kamu siapa, kamu pikir kamu Bai Weiwei?"

Bai Weiwei mencibir pelan, "Kebetulan sekali, namaku memang Bai Weiwei."

Wajah Ren Ling berubah pucat pasi, dipenuhi rasa tidak percaya.

Namun, saat melihat bagaimana sikap Zhou Yang yang begitu menjilat kepada Bai Weiwei, dalam sekejap darahnya terasa berdesir mundur, dan ia merasa dunianya seolah runtuh.

Tidak mungkin, ia benar-benar telah menyinggung orang dari keluarga Bai!

Sambil memegangi pipinya, Ren Ling berdiri dengan susah payah, masih berusaha mempertahankan gengsinya. "Lalu kenapa kalau begitu? Ini kan hanya perusahaan keluarga Bai, paling-paling aku tidak bekerja di sini lagi! Masih banyak tempat lain yang mau menerimaku!"

Sambil berkata demikian, Ren Ling melemparkan kartu identitas pegawainya ke lantai.

Bai Weiwei mencibir dingin, lalu perlahan berkata, "Beliau ini adalah Direktur Utama Grup Ye, dan beliau ini adalah Direktur Utama Grup Li. Kamu baru saja menyinggung kami bertiga sekaligus, apakah kamu pikir masih ada tempat bagimu untuk bertahan hidup di Kota Dongwen?"

Untuk pertama kalinya Bai Weiwei merasa begitu murka, dan untuk pertama kalinya pula ia mengungkap identitas Jiang Rumeng dan Li Miao secara terang-terangan.

Semua orang terkejut hingga tidak bisa berkata-kata. Wajah Ren Ling benar-benar kehilangan seluruh warnanya, ia menggelengkan kepalanya terus-menerus. "Tidak, ini tidak mungkin, tidak mungkin!"

"Enyah kamu dari sini!"

Zhou Yang buru-buru menyuruh petugas keamanan di dekatnya untuk menyeret Ren Ling pergi. Ren Ling menjerit histeris, memohon pengampunan kepada Bai Weiwei, sayangnya permohonan itu hanya dibalas dengan rentetan tamparan lainnya...

Semakin dipikir, Bai Weiwei semakin merasa kesal. Di sisi lain, Jiang Rumeng dan Li Miao buru-buru menghiburnya.

Pada saat itu, Zhou Yang berdiri dalam posisi yang serba salah, hendak pergi tidak bisa, ingin diam di tempat pun tidak tenang. Staf sales yang memegang nampan berisi berlian di sampingnya juga mulai bercucuran keringat dingin.

"Berlian kuning ini untuk Nona Li, dan berlian biru ini untuk Nona Bai."

Ye Zhao tiba-tiba bersuara, lalu mengulurkan tangan mengambil berlian merah muda tersebut dan meletakkannya di telapak tangan Jiang Rumeng.

"Berlian ini hanyalah permulaan."

Ye Zhao mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh makna. Bai Weiwei dan Li Miao tertawa bersamaan, sama sekali tidak menyangka bahwa Ye Zhao begitu dermawan hingga memberikan hadiah yang begitu berharga kepada mereka.

"Kedua berlian ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya kepada kalian berdua karena telah merawat Rumeng selama beberapa bulan terakhir."

"Seandainya tahu begini, dari dulu aku menemani Rumeng setiap hari. Mencari uang ternyata jauh lebih santai daripada bekerja di perusahaan!"

"Betul sekali!"

Kedua wanita itu saling berseloroh sambil tertawa lepas.

Ye Zhao hanya bisa tersenyum pasrah sambil menggelengkan kepalanya. Melihat Jiang Rumeng yang tampak malu-malu, ia berkata dengan lembut, "Sayang, apakah kamu menyukainya?"

Jiang Rumeng mengangguk penuh haru. "Tentu saja suka!"

Setelah berkata demikian, ia bahkan mencium pipi Ye Zhao sekilas.

Orang-orang di tempat kejadian baru menyadari hal itu. Ye Zhao terus memanggil wanita itu dengan sebutan sayang, bukankah pria di hadapan mereka ini adalah pemilik sejati dari Grup Ye, Ye Zhao sendiri!

"Mari kita pergi membeli pakaian!"

Insiden kecil baritu sama sekali tidak merusak suasana hati Ye Zhao.

Ketiga wanita itu mengikuti di belakangnya untuk pergi. Bai Weiwei keluar paling akhir lewat pintu utama, melirik sekilas ke arah Zhou Yang, lalu berkata pelan, "Pelayanan kalian begitu luar biasa, lain kali jangan pernah muncul lagi di Kota Dongwen."