Bab Empat Puluh Delapan — Aku Tak Bisa Mendengarnya!
Mendengar ucapan Nian Nian, Zainan pun merasa dirinya benar-benar terlalu gegabah. Ia masih membawa anak kecil, untuk apa bersikeras melawan mereka sampai segitunya. Masuk kantor polisi urusan kecil, tapi kalau Nian Nian sampai terluka, itu baru masalah besar.
Zainan tersenyum canggung dan berkata, "Ini memang salah paman, lain kali tidak akan begitu lagi."
Pada saat itu, kakek yang datang bersama Nian Nian pun berjalan mendekat dan bertanya, "Kamu Zainan, kan? Pamannya Nian Nian?"
Zainan segera berdiri dan berkata, "Ya, saya Zainan. Terima kasih banyak tadi."
Kakek itu mengelus kepala Nian Nian dan berkata, "Tak usah sungkan, panggilan 'kakek' dari Nian Nian ini bukan tanpa alasan."
Nian Nian sambil memegang sate daging, tersenyum lebar dan berkata, "Memang Kakek Wang yang paling baik padaku."
Kakek itu pun tersenyum, tapi seketika wajahnya berubah serius. Ia menoleh ke arah orang-orang kru dan bertanya, "Mana sutradara kalian? Juga produser! Semuanya di mana? Dan juga aktor yang bikin keributan itu, panggil mereka semua ke sini!"
Melihat gaya bicara kakek itu yang begitu tegas dan tanpa basa-basi, Zainan jadi terheran. Orang-orang kru film yang tadi masih bersikap arogan, sekarang semuanya jadi ciut dan ketakutan.
Zainan pun membisikkan pertanyaan pada Nian Nian, "Siapa sih kakek ini? Kok sekali bicara saja, semua orang langsung takut?"
Meskipun Nian Nian cerdik, ada beberapa hal yang ia juga tidak begitu paham. Ditanya begitu oleh Zainan, ia menjawab dengan bingung, "Aku juga kurang tahu, pokoknya semua orang memanggilnya Direktur Wang, kelihatannya memang hebat. Tadi aku lihat dia jalan-jalan di sana, makanya aku panggil ke sini."
Zainan mencibir pelan dan berbisik, "Kamu nggak takut nanti dia nggak bisa diandalkan, nanti kita berdua bisa terjebak loh."
Nian Nian malah tersenyum licik, "Nggak bakal, soalnya aku pernah lihat dia membentak Bai Hongfei, Bai Hongfei aja nggak berani ngomong sepatah kata pun."
Zainan hanya bisa tersenyum pasrah.
Memang anak kecil cerdas tetap saja nggak pernah rugi di mana pun!
Tak disangka, masalah yang nyaris menjadi perkara kriminal, malah bisa beres oleh ulahnya.
Saat itu, sutradara, produser, termasuk Bai Hongfei dan segelintir orang lain pun berbondong-bondong datang.
Sutradaranya masih muda, sekitar tiga puluhan, pasti sutradara baru yang belum punya banyak posisi. Sementara produsernya seumuran dengan Kakek Wang. Tapi begitu melihat Kakek Wang, produser itu langsung berkeringat dingin.
Bai Hongfei berjalan di belakang, tampak gelisah dan sangat ketakutan.
Begitu melihat Bai Hongfei, Nian Nian langsung menunjuk dan berteriak, "Kakek Wang, itu dia! Yang sembunyi di belakang!"
Bai Hongfei yang dipanggil langsung oleh Nian Nian, tahu dirinya tak bisa lagi menghindar. Ia maju selangkah, dan seperti burung puyuh, berkata, "Direktur Wang, Anda datang."
Kakek Wang tertawa sinis, "Kalau aku tidak datang, mungkin sudah ada korban jiwa. Lebih dari seratus orang mengeroyok satu orang, kalian ini kru film atau geng kriminal?"
Sutradara buru-buru maju dan menjelaskan, "Direktur Wang, bukan begitu ceritanya, mereka tadi ketahuan salah kostum..."
Kakek Wang tetap saja tertawa dingin, "Salah kostum saja sudah langsung main pukul, sekarang ini sutradara memang berani juga rupanya!"
Melihat sutradara salah bicara, produser langsung maju, "Direktur Wang, ini cuma salah paham, semua hanya salah paham saja. Tidak ada urusan pukul-pukulan sama sekali."
Produser berbicara dengan sangat licin, tapi Kakek Wang sama sekali tidak memberi muka, langsung membantah, "Anak kecil tidak akan berbohong. Kalau kalian tidak memukul, kenapa sampai anak itu menangis dan berteriak bilang pamannya dipukul?"
Zainan yang mendengar itu, segera menurunkan Nian Nian. Lalu dengan berlebihan, ia menjatuhkan diri ke tanah, pura-pura kejang-kejang sambil berteriak, "Kok tiba-tiba kepala saya pusing ya. Aduh, punggung saya, sakit... sakit..."
Kakek Wang yang tadinya masih menjaga wajah serius, begitu melihat akting Zainan yang lebay, juga tak bisa menahan tawa. Ia maju dan menendang Zainan sambil berkata, "Sudah cukup, kamu ini."
Zainan menyeringai, "Saya ini sekadar mendukung penampilan Anda, Kakek!"
Orang-orang kru yang melihat, entah siapa yang tak tahan, langsung tertawa terbahak.
Tapi di sisi lain, wajah Bai Hongfei malah semakin gelap karena marah.
Produser buru-buru maju dan berkata, "Lihat sendiri kan, orangnya baik-baik saja, jadi masalah besar kita anggap kecil, masalah kecil kita anggap selesai, mari kita sudahi saja."
Kakek Wang melirik Zainan yang sedang bangkit berdiri, lalu bertanya, "Bagaimana menurutmu?"
Zainan malah memandang ke arah Nian Nian dan bertanya, "Nian Nian, bagaimana menurutmu?"
Nian Nian menunjuk Bai Hongfei, "Ayahku bilang, kalau salah ya harus minta maaf!"
Semua orang pun serempak menoleh ke arah Bai Hongfei.
Kakek Wang langsung berkata, "Bai kecil, bagaimana?"
Wajah Bai Hongfei makin kelam, ia menggertakkan gigi, lalu melangkah ke depan dan berkata pada Zainan, "Maaf!"
Zainan sengaja mengeraskan suara, "Apa? Aku nggak dengar jelas!"
Bai Hongfei makin geram, giginya hampir patah menahan marah, tapi terpaksa, ia berteriak, "Aku bilang, maaf!"
Zainan memasang ekspresi seolah baru paham, lalu mengangguk dan berkata, "Oh, kamu bilang maaf ya! Tapi percuma saja, yang memutuskan tetap dia. Kamu harus bilang ke dia." Sambil bicara, ia menunjuk Nian Nian.
Mendengar itu, Bai Hongfei makin berang, hingga urat di pelipisnya menonjol.
Produser segera mendekat, "Adik kecil, tadi kamu kaget ya, benar-benar maaf!"
Nian Nian malah memutar bola mata, "Kan bukan kamu yang menakutiku!"
Mendengar itu, semua kembali menoleh ke Bai Hongfei.
Produser pun pelan-pelan menarik baju Bai Hongfei, memberi isyarat agar ia langsung mengalah.
Bai Hongfei terpaksa menggertakkan gigi dan berkata pada Nian Nian, "Maaf!"
Tapi Nian Nian malah menirukan Zainan tadi, menempelkan tangan ke telinga, "Apa? Aku nggak dengar!"
Melihat Nian Nian seperti itu, Zainan langsung tertawa terbahak.
Kakek Wang juga tak bisa menahan tawa.
Sementara wajah Bai Hongfei makin buruk, bahkan tatapannya pada Nian Nian berubah penuh kebencian.
Zainan lantas melambaikan tangan, "Kamu jongkok sedikit, tinggi begitu, bicara sama siapa?"
Bai Hongfei yang sudah hampir meledak, masih menyisakan sedikit akal sehat. Dirinya tahu tak bisa menyinggung Direktur Wang, harus menahan diri. Selama bisa bertahan sekarang, nanti pasti ada kesempatan membalas Zainan.
Dengan pikiran itu, Bai Hongfei pun jongkok, mendekat ke Nian Nian, dan dengan suara keras berkata, "Aku bilang, maaf!"
Nian Nian melihat itu, lalu mengulurkan tangan kecil yang masih berminyak dan berbalur biji wijen, menepuk ringan kepala Bai Hongfei, "Lain kali harus lebih baik ya!"
Bai Hongfei yang kepalanya ditepuk tangan kecil Nian Nian, hampir saja beranjak pergi dengan marah.
Untungnya produser yang licin itu segera menarik Bai Hongfei, "Sudah, sudah, semua salah paham sudah jelas, ayo lanjutkan syuting." Lalu ia menoleh ke Kakek Wang, "Direktur Wang, silakan duduk di sini, sekalian bantu awasi kami."
Kakek Wang pun pipinya memerah, jelas menahan tawa.
Melihat produser bertanya begitu, ia mengangguk, "Baik juga, aku juga ingin lihat akting Bai kecil ini seperti apa. Ayo Nian Nian, temani kakek nonton sebentar."
Nian Nian pun segera melepaskan tangan Zainan, lalu pergi bermain bersama Kakek Wang.
Setelah itu, orang-orang pun bubar.
Namun, Bai Hongfei yang kelewat nekat, malah datang mendekat dan berkata dengan kasar pada Zainan, "Jangan kira karena didukung Direktur Wang dari Huazheng Film, aku akan membiarkanmu begitu saja."
Zainan mengerutkan kening.
Orang ini kok nggak kapok juga, benar-benar doyan pamer.
Bilang tidak akan melepaskan aku, hari ini malah aku yang akan membuatmu sial.
Zainan langsung mengeluarkan Awan Sialnya, lalu menepuk punggung Bai Hongfei sambil berbisik, "Aku tunggu." Setelah itu, ia pun pergi begitu saja.