Bab Empat Puluh Sembilan — Efek Mengerikan dari Awan Sial
Bai Hongfei mendengus pelan, lalu berbalik dan pergi. Sementara itu, Zhai Nan mencari bangku kecil dan duduk di samping Pak Wang. Bukan karena Zhai Nan tahu identitas asli Pak Wang dan sengaja ingin mendekatinya, melainkan karena Nian Nian masih berada di pangkuannya, asyik menggigit sate daging.
Zhai Nan duduk di samping, kemudian mengambil ponselnya dan diam-diam mencari informasi tentang Pak Wang. Meski Zhai Nan belum pernah mendengar nama Pak Wang, ia sudah akrab dengan nama Perusahaan Hiburan Film dan Televisi Huazheng. Di dalam negeri, setidaknya lebih dari separuh produksi film dan televisi berkaitan dengan Huazheng. Entah mereka sebagai investor, produser, atau para artis di bawah naungan mereka yang bermain di dalamnya.
Singkatnya, semua artis di dunia hiburan memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan Huazheng. Bahkan kota film di ibu kota ini, Huazheng adalah pemegang saham utama. Jadi tak heran kalau Bai Hongfei mau mengaku salah, dan semua kru film memperlakukan Pak Wang layaknya cucu di depan kakeknya.
Setelah Zhai Nan menemukan informasi tentang Huazheng, ia membaca sekilas dan mendapati isinya hampir sama dengan yang diingatnya, hanya saja lebih rinci. Sedangkan identitas Pak Wang tertulis jelas: bos besar Perusahaan Hiburan Film dan Televisi Huazheng, Wang Guodong.
Zhai Nan membuka profil pribadi Pak Wang dan membacanya dengan saksama, membuatnya harus mengakui kehebatan pria tua itu. Sejak masa reformasi ekonomi, ia terjun ke perdagangan luar negeri, mendapatkan modal pertamanya, lalu melangkah ke dunia hiburan dan langsung menjadi raksasa industri film yang tak tergoyahkan hingga kini.
Bahkan, perusahaan tempat Han Xia dulu menandatangani kontrak juga merupakan agensi di bawah Huazheng. Bai Hongfei dan Zhao Qianqian yang saat ini sedang naik daun juga adalah artis di bawah naungan Huazheng. Tak heran Bai Hongfei begitu hormat pada Pak Wang, bahkan melebihi hormatnya pada ayahnya sendiri.
Ternyata dia hanyalah bawahan dari pria tua itu. Jika sampai menyinggung sang bos besar, sehebat apa pun kemampuan Bai Hongfei, ia tetap harus pulang membawa koper. Bisa dibilang, larangan main dari pria tua ini lebih ampuh daripada dari lembaga sensor nasional.
Sebab jaringan relasinya sangat luas, lebih dari separuh dunia hiburan adalah anak didiknya. Memikirkan hal ini, Zhai Nan melirik Pak Wang yang masih bercanda dengan Nian Nian. Wajahnya berseri, rambutnya putih, mengenakan pakaian olahraga sederhana. Yang tak tahu pasti mengira dia hanya penjaga gerbang saja. Siapa sangka ternyata dia adalah dewa rezeki di dunia hiburan!
Saat Zhai Nan masih tenggelam dalam pikirannya, sang sutradara telah selesai mengatur segalanya. Sisa sate di tanah sudah dibersihkan, Bai Hongfei pun kembali dipasang tali pengaman, dan semua departemen sudah siap di tempat, tinggal menunggu aba-aba.
Namun saat itu, sate Nian Nian sudah habis dan ia mulai ribut ingin kembali ke ayahnya, Zhang Si Janggut. Pak Wang menatapnya dengan berat hati dan berkata, "Nian Nian, temani Kakek sebentar lagi, ya. Nanti Kakek ajak kamu ke jalan jajanan, mau?"
Nian Nian cemberut dan berkata, "Tidak mau, aku sudah kenyang. Kalau makan lagi nanti jadi gemuk." Namun Pak Wang tetap memeluknya erat, benar-benar memperlakukan Nian Nian seperti cucu kandungnya.
Zhai Nan menghitung waktu. Efek awan sial itu berlangsung sepuluh menit, kini sudah lewat setengahnya. Tapi Bai Hongfei masih belum ada tanda-tanda celaka, membuat Zhai Nan makin cemas.
Zhai Nan pun berkata, "Nian Nian, sebentar saja, tonton lima menit lagi saja, ya." Nian Nian menatap Zhai Nan, lalu mengeluarkan ponsel kecilnya dan berkata, "Baik, hanya lima menit, aku hitung waktunya."
Zhai Nan mengangguk, sementara Pak Wang tampak bingung, tidak mengerti mengapa Zhai Nan hanya minta lima menit, bukan sepuluh atau dua puluh menit.
Waktu berlalu perlahan, satu menit pun lewat. Sutradara akhirnya mengangkat pengeras suara dan berteriak, "Mulai!"
Begitu aba-aba terdengar, kru segera menarik tali pengaman, Bai Hongfei pun terangkat ke udara. Ia melompat di udara, ujung kakinya menjejak genteng gedung panggung, dalam dua-tiga langkah ia sudah sampai di atap. Kamera crane mengikuti dari bawah hingga ke atap.
Bai Hongfei berjalan beberapa langkah di atap, lalu berjongkok. Saat itu, sutradara berteriak, "Cut! Lanjut adegan berikutnya!"
Zhai Nan sampai gemas sendiri. Kenapa tidak sekalian saja ambil gambar panjang satu kali jalan? Waktu efek sial tinggal kurang dari tiga menit, kalau ambil satu adegan lagi, efek awan sialnya akan sia-sia.
Namun meski Zhai Nan cemas, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena bukan dirinya yang berkuasa. Ia hanya bisa menatap dengan kesal.
Adegan berikutnya adalah Bai Hongfei di atap, membuka genteng pura-pura mengintip. Saat kamera mengarah ke sana, waktu tersisa kurang dari satu menit.
Akhirnya, sutradara kembali berteriak, "Mulai!"
Bai Hongfei pun membuka genteng atap, berpura-pura mengintip ke dalam. Lalu, ia ketahuan oleh penghuni kamar dan langsung meloncat hendak melarikan diri dari gedung.
Namun baru saja Bai Hongfei meloncat, semua orang jelas mendengar tiga suara pelan, "buk, buk, buk!" Tiga kawat baja di tubuh Bai Hongfei putus bersamaan, membuatnya langsung jatuh dari atap.
Semua yang melihat kejadian itu tertegun. Gedung itu memang hanya tiga lantai, tapi tingginya sekitar sebelas atau dua belas meter. Meski di bawahnya sudah dipasangi kardus dan kasur sebagai pelindung, kalau sampai orang jatuh dari ketinggian segitu, tetap saja akibatnya tidak akan baik.
Beberapa stuntman di kru sigap menarik kasur untuk mengantisipasi kecelakaan lebih lanjut.
Namun ketika waktu efek sial tinggal kurang dari sepuluh detik, kejadian aneh terjadi lagi. Bai Hongfei tidak langsung jatuh ke tumpukan kardus, melainkan tersangkut di atap lantai dua. Benturan itu membuat Bai Hongfei langsung memuntahkan darah.
Kali ini, Bai Hongfei tidak memakai kantong darah palsu. Darah yang keluar benar-benar darah asli. Karena benturan aneh itu pula, arah jatuhnya berubah. Ia luput dari para stuntman yang sudah berlari menolong, juga meleset dari tumpukan kardus, hingga jatuh tepat di tanah.
Zhai Nan sampai melongo melihatnya. Meski tahu efek awan sial bisa membawa kemalangan, ia tak menyangka efeknya akan separah ini, nyaris membunuh Bai Hongfei.
Pak Wang yang berada di samping pun berdiri dengan wajah terkejut. Nian Nian dengan wajah polos malah ingin berlari ke sana untuk melihat.
Namun Zhai Nan langsung menarik Nian Nian dan berkata, "Ini bukan tontonan anak-anak, jangan ke sana."
Nian Nian cemberut sedikit, lalu menatap Pak Wang dan berkata, "Kakek Wang, ajak aku ke sana dong. Aku sudah lama di kota film ini, belum pernah lihat ada yang jatuh dari tali pengaman."
Namun kali ini wajah Pak Wang tampak serius, ia berkata, "Kali ini kakek tidak bisa mengajakmu ke sana. Cepat kembali dengan pamanmu." Sambil berkata begitu, ia mempercepat langkah menuju tempat kejadian.
Zhai Nan memanjangkan leher, ingin juga tahu apakah Bai Hongfei selamat atau tidak. Tapi karena ada Nian Nian di sini, adegan seperti itu sebaiknya tidak dilihat anak-anak.
Maka, Zhai Nan pun menyeret Nian Nian kembali ke lokasi syuting drama Zhao Qianqian.
Saat tiba di ruang rias Zhao Qianqian, sang artis sedang merapikan make-up. Melihat Zhai Nan datang bersama Nian Nian, ia pun menggoda, "Baru sebentar saja, sudah dapat gebetan baru, ya."