Bab 49: Apakah kau mencuri uang?
Ketika Shen Han dan Su Yun'er menaiki tangga ke lantai dua, semua orang di lantai satu terkejut dan menatap mereka dengan penuh keheranan.
“Bagaimana mereka bisa naik ke atas? Bukankah katanya untuk naik ke lantai dua harus membayar deposit dua juta?”
“Shen Han jelas tidak punya dua juta, apalagi pasangan besar keluarga Su sudah naik duluan bersama orang-orang keluarga Lin. Seharusnya mereka takkan mau membayar lagi agar Shen Han dan Su Yun'er bisa naik.”
“Apa-apaan ini, aku tadi berdiri dekat dan melihat jelas-jelas, Shen Han tak mengeluarkan uang sepeser pun, dia hanya menunjukkan sebuah undangan hitam...”
“Undangan hitam? Apa mungkin itu undangan emas hitam paling prestisius dari pameran mobil keluarga Qiu?”
Orang-orang ramai membicarakan, hati mereka penuh kebingungan, seolah tak percaya dengan apa yang dilihat mata mereka. Dalam benak mereka, Shen Han hanyalah menantu yang tak dianggap, mana mungkin ia punya status dan kekayaan untuk bisa ke lantai dua pameran mobil keluarga Qiu. Namun, kenyataan itu ada di depan mata mereka.
Lebih tak bisa dipercaya lagi adalah Lin Wan.
Ia memang bisa masuk ke lantai dua, tapi itu karena kekayaan keluarga Lin, sehingga bisa membayarkan deposit dua juta untuknya. Tapi Shen Han dan Su Yun'er... atas dasar apa mereka bisa?
Undangan emas hitam keluarga Qiu yang nilainya miliaran, ternyata ada di tangan Shen Han! Ini sungguh di luar nalar!
Demi mencari tahu, Lin Wan buru-buru mengikuti ke lantai dua.
Saat itu, Shen Han dan Su Yun'er sudah tiba di lantai dua, dan di depan mereka terparkir dua puluh mobil sport mewah yang nilainya masing-masing ratusan juta.
“Yun'er, kalau nanti kau melihat mobil yang kau suka, jangan lupa bilang padaku,” ucap Shen Han dengan senyum tipis.
Su Yun'er mengira ia hanya bercanda, jadi ia mengangguk santai, “Baiklah.”
Di saat yang sama, Lin Ru yang sedang berbincang dengan kakak iparnya, tiba-tiba saja memperhatikan sepasang muda-mudi yang baru saja naik.
Matanya membelalak kaku.
Itu ternyata Yun'er dan Shen Han?!
Tian Shuyue yang sedang bicara dengan Lin Ru, menyadari tatapan Lin Ru tertuju ke satu arah, dan tanpa sadar ia pun ikut melihat ke sana.
Begitu melihat Shen Han, ekspresi Tian Shuyue langsung menjadi gelap.
Ia masih sangat ingat tamparan yang Shen Han layangkan padanya waktu itu!
Ia sempat berharap suaminya akan membalas dendam, ternyata suaminya malah dipermalukan oleh Shen Han! Setelah tahu Shen Han ternyata punya hubungan dengan kepala keluarga Han, bahkan sampai memaksa suaminya berlutut pada Shen Han, Tian Shuyue menaruh dendam yang membuncah, berharap Shen Han segera mati.
“Bocah keparat itu bagaimana bisa naik ke atas?” tanya Lin Ru dengan nada tak percaya.
Kakak beradik keluarga Lin memang tak memberitahu Su Dayuan dan Lin Ru soal Shen Han yang kini dilindungi keluarga Han, jadi keduanya belum tahu kalau Shen Han sudah berubah nasib.
Tian Shuyue yang ingin melampiaskan kekesalan, langsung menimpali, “Pasti bocah itu menipu Yun'er supaya mengeluarkan dua juta, kan? Pasti ada apa-apa di balik ini, mungkin juga ada hubungannya dengan keluarga Su.”
Mendengar itu, wajah Lin Ru langsung berubah masam.
Ia pun melangkah dengan langkah besar ke arah keduanya.
“Dasar keparat, apa yang kau lakukan di sini?!”
Suara tajamnya menusuk telinga, Shen Han pun menghentikan langkah dan menoleh ke Lin Ru.
Dulu di rumah keluarga Su, Shen Han bukan hanya menyinggung Tian Shuyue, tapi juga sempat berselisih hebat dengan Lin Ru. Kala itu, kesabaran Shen Han pada mertuanya sudah habis, bahkan ia memanggil nama Lin Ru secara langsung. Tapi kini, setelah beberapa hari berlalu, Shen Han kembali bersikap lembut.
“Ibu,” sapa Shen Han dengan tenang.
Bagaimanapun juga, Lin Ru tetaplah ibu dari Su Yun'er. Demi cinta pada Su Yun'er, Shen Han rela bersabar menghadapi mertuanya.
Su Yun'er melihat ibunya, wajahnya campur aduk antara takut dan senang, lalu berkata hati-hati, “Ibu, kalian juga datang?”
Lin Ru melotot padanya, “Kau masih ingat punya ibu? Sudah sekian lama kabur dengan sampah tak berguna ini, tak pernah sekalipun menelepon, apa kau anggap aku dan ayahmu sudah mati?”
Awalnya Su Yun'er mengira ibunya akan marah besar dan tak mengakuinya lagi, tak disangka ibunya justru berkata seperti itu. Seketika ia merasa terharu dan bahagia.
Ia tersenyum sedikit, berusaha menyenangkan hati ibunya, lalu berkata pelan, “Aku takut Ibu masih marah...”
“Bagaimana aku bisa tidak marah?!” teriak Lin Ru dengan suara nyaring.
Su Yun'er tersentak kaget, refleks bersembunyi di belakang Shen Han.
Tanpa banyak bicara, Shen Han berdiri di depan istrinya, tersenyum, “Ibu, soal apapun sebaiknya dibicarakan di rumah saja. Di sini banyak orang, Ibu tentu juga tak mau mempermalukan keluarga Su, kan?”
Ucapan Shen Han memang benar, tapi Lin Ru tak suka nada bicara Shen Han, lalu membalas dengan galak, “Tak usah kau ajari aku, apa kau lupa siapa dirimu? Lagi pula, belum kutanya, dari mana kau dapat uang? Jangan-jangan kau suruh Yun'er mencuri dari rumah?”
Shen Han tak punya apa-apa, mana mungkin ia bisa mengeluarkan dua juta? Pasti Shen Han menyuruh Su Yun'er diam-diam mengambil uang dari rumah.
Berpikir begitu, Lin Ru makin marah, langsung menarik Su Yun'er dan memelintir lengan putrinya kuat-kuat. Su Yun'er meringis kesakitan, air mata mulai menetes di ujung matanya, tapi ia tak berani melawan.
Sambil memelintir dan menggeram, Lin Ru memaki, “Dasar anak pembawa sial! Jawab, apa kau diam-diam membobol brankas Ibu waktu kami tak di rumah?”
Di brankas Lin Ru memang banyak perhiasan berharga, sebagian adalah mas kawin dari keluarga Lin dua puluh tahun lalu, sisanya adalah yang ia beli sendiri dengan uang keluarga Su selama dua puluh tahun ini.
Selain perhiasan, di rumah juga ada puluhan juta tunai.
Namun tuduhan Lin Ru sama sekali tak masuk akal. Pertama, Su Yun'er sama sekali tak tahu kombinasi brankas, dan sekalipun ia nekat mencuri, mustahil dalam beberapa hari bisa mengumpulkan dua juta, kecuali ia menjual seluruh isi rumah keluarga Su.
Tapi Lin Ru terlalu marah hingga tak bisa berpikir jernih. Dalam pikirannya, selama Su Yun'er bersama Shen Han, pasti takkan ada hal baik yang terjadi, makanya ia sampai berprasangka sebegitu jauh.
Su Yun'er yang tak bersalah, matanya berlinang air mata karena difitnah. “Ibu, aku tidak...”
Melihat Lin Ru memfitnah dan memukul Su Yun'er tanpa bertanya dulu, wajah Shen Han pun langsung mengeras.
Baru saja ia hendak membela Su Yun'er, tiba-tiba dari belakang datang dorongan kuat, membuat Shen Han terjatuh ke depan.
Untung Shen Han bereaksi sangat cepat, sekejap ia menstabilkan tubuhnya, dan dengan sigap membalikkan badan sambil mencengkeram ujung baju orang yang menabraknya.
“Bugh!”
Mereka berdua jatuh berguling di lantai.
Belum sempat melihat wajah lawannya, sebuah tinju melayang ke arah Shen Han.
“Shen Han, brengsek keparat! Sialan kau! Berani-beraninya kau memukul ibuku, aku bunuh kau!”
Bersamaan dengan pukulan itu, terdengar pula teriakan penuh amarah.
Shen Han dengan tenang menahan pukulan lawannya, lalu mulai membalas, sehingga keduanya pun saling bergulat.
Keributan ini seketika menjadi pusat perhatian, membuat semua orang melihat ke arah mereka.
Petugas keamanan segera datang, tapi saat mereka tiba, perkelahian itu sudah usai.
Shen Han yang sama sekali tak terluka berdiri dengan tenang, menatap dingin laki-laki yang meringkuk di lantai, “Ini semua salahmu sendiri.”