Bab 152 Bukan Seorang Aktor?
Sun Xuewen akhirnya merasa terkejut, peluh sebesar bulir jagung merembes di dahinya. Apa yang dikatakan Ye Fan sama sekali tidak salah; dia memang mengalami kekurangan vitalitas ginjal dan belakangan ini sedang rutin mengonsumsi berbagai ramuan penambah stamina.
"Huh, aku mengalami ini semua murni karena terlalu sibuk mengurus urusan keluarga dan kelelahan," bela Sun Xuewen dengan nada mengelak.
Ye Fan menggelengkan kepalanya dan berkata tanpa basa-basi, "Meskipun kekurangan vitalitas ginjal biasanya terjadi akibat akumulasi penyakit dalam jangka panjang, mengobatinya tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Jika kau mengonsumsinya secara sembarangan seperti ini, hasilnya justru akan berbalik menyerangmu. Kondisi ini hanya bisa dipulihkan secara perlahan melalui penyesuaian tubuh. Jika tebakanku tidak salah, saat kau melakukan 'hal itu' akhir-akhir ini, 'adik kecilmu' pasti sudah tidak bisa berdiri tegak lagi kalau kau tidak minum obat, bukan? Lagipula, kau pasti menelan sebutir pil biru tadi malam, kan? Hehehe, Tuan Sun, aku sarankan agar kau mulai mengurangi frekuensi hubungan intim dan lebih bisa menahan diri. Jika tidak, paling lama setahun lagi, 'adik kecilmu' itu tidak akan bisa bangkit lagi betapa pun banyaknya obat yang kau telan..."
Wajah Sun Xuewen seketika pucat pasi bagaikan tanah liat. Memang benar, 'adik kecilnya' akhir-akhir ini tidak akan bisa 'berdiri' tanpa bantuan obat. Kata-kata Ye Fan barusan berhasil menciptakan rasa cemas yang mendalam di dalam hatinya. Tampaknya dia memang harus mulai mengendalikan diri mulai sekarang....
Ling Sixue membelalakkan matanya menatap Sun Xuewen, tanpa sadar merasakan secercah rasa jijik yang muncul begitu saja dalam hatinya...
Melihat ekspresi Ye Fan yang tampak agak dingin saat itu, sepasang mata indah Ling Sixue berkedip. Dia merasa penasaran, bagaimana cara Ye Fan mengetahui hal tersebut? Hanya dengan melihat sekilas saja sudah bisa mendiagnosis penyakit orang lain, bukankah itu hal yang terlalu ajaib? Mungkinkah pria ini benar-benar memiliki kemampuan luar biasa seperti itu?
Meskipun semua yang dikatakan Ye Fan adalah kebenaran, tetapi di hadapan begitu banyak orang, terlebih lagi ada Ling Sixue di sini, dia tentu saja tidak akan pernah mau mengakuinya.
Wajah Sun Xuewen langsung menjadi suram. Ia memasang raut wajah marah dan mendengus dingin, "Tuan Ye, apa yang kau katakan ini benar-benar omong kosong belaka. Aku bahkan belum menikah dan tidak punya pacar, dari mana pula aku melakukan hu... hubungan itu?"
"Hehehe, aku hanya menyampaikan sampai di sini. Mau didengar atau tidak itu urusanmu sendiri," ujar Ye Fan sambil tersenyum lebar.
Sun Xuewen kemudian menoleh ke arah Ling Sixue dan berkata, "Sixue, pria yang kau sebut sebagai pacarmu ini benar-benar tidak tahu sopan santun. Sejujurnya, jika kau ingin mencari pacar, carilah yang lebih bisa diandalkan. Orang yang suka berbicara sembarangan seperti ini sama sekali tidak layak menjadi pacarmu. Hari ini, demi menghargai dirimu, aku tidak akan mempermasalahkannya."
Wajah cantik Ling Sixue menjadi dingin, ia mengerutkan kening dan berkata, "Sun Xuewen, urusan pria seperti apa yang aku cari sama sekali bukan urusanmu untuk ikut campur. Lagi pula, kupikir prioritas utamamu saat ini adalah segera pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Jangan-jangan, kau memang benar-benar... kekurangan vitalitas ginjal..."
Wajah Sun Xuewen menggelap seperti pantat panci, namun ia tetap menggertakkan gigi dan membela diri, "Tidak mungkin! Profesor Zhou Shaoyuan dari Rumah Sakit Rakyat Kota Yanjing akan datang ke Bingzhou minggu depan. Pada saat itu, aku pasti akan pergi dan meminta beliau untuk memeriksanya dengan benar."
Zhou Shaoyuan? Mendengar nama itu, Ye Fan tertegun sejenak. Mengapa nama ini terdengar begitu akrab?
Ah, bukankah ini dokter yang ditemuinya di rumah Kakek Bai tempo hari? Ye Fan akhirnya teringat.
"Kau bilang Zhou Shaoyuan akan datang ke Bingzhou?" tanya Ye Fan.
"Tentu saja," jawab Sun Xuewen.
"Kalau begitu, maksudmu kau berniat mencarinya untuk berobat nanti?" Ye Fan bertanya lagi.
"Tentu saja," Sun Xuewen mengangguk.
"Kupikir itu tidak perlu lagi," ucap Ye Fan tiba-tiba.
"Oh? Ucapan Tuan Ye ini, apakah berarti kau menganggap kemampuan medismu lebih tinggi daripada Profesor Zhou?" ejek Sun Xuewen.
"Mungkin saja. Biar kutelepon dia untuk bertanya," kata Ye Fan.
Usai berkata demikian, Ye Fan mengeluarkan ponselnya, memutar sebuah nomor, dan langsung menyalakan pengeras suara.
"Dokter Zhou? Aku Ye Fan, apa kau masih ingat?" tanya Ye Fan begitu panggilan tersebut tersambung.
Zhou Shaoyuan yang berada jauh di Yanjing hampir melompat karena kegirangan begitu mendengar suara Ye Fan. Ia langsung berkata, "Ternyata Anda, Dewa Medis Ye! Halo, halo. Ada apa ya Anda menelepon?"
Ye Fan tidak ingin membuang waktu dan langsung pada intinya, "Begini, aku punya seorang pasien di sini. Aku baru saja mendiagnosis kondisinya, tetapi dia sepertinya setengah percaya. Kudengar kau mau datang ke Bingzhou minggu depan, jadi dia ingin memintamu memeriksanya lagi."
Zhou Shaoyuan langsung menjawab, "Dewa Medis Ye sedang bercanda. Mengingat Anda sudah memeriksanya, untuk apa lagi saya turun tangan? Keahlian medis saya mana bisa dibandingkan dengan Anda. Ngomong-ngomong, Dewa Medis Ye, teknik akupunktur Chifeng Yingyuan yang Anda ajarkan kepada saya beberapa waktu lalu sudah sedikit saya kuasai, tetapi masih ada beberapa bagian yang belum begitu jelas. Saya berharap Anda bisa meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada saya."
"Itu tidak masalah. Telepon aku saja saat kau tiba di Bingzhou nanti," kata Ye Fan sambil tersenym.
"Bagus sekali! Kalau begitu, saya ucapkan terima kasih sebelumnya kepada Dewa Medis Ye," ujar Zhou Shaoyuan dengan penuh suka cita.
"Sudahlah, sudahlah. Jangan terus memanggilku Dewa Medis Ye begitu, rasanya aneh mendengarnya. Panggil saja namaku mulai sekarang," ujar Ye Fan.
"Baiklah... Saudara Ye Fan, kalau begitu sampai jumpa di Bingzhou."
"Baik."
Setelah menutup telepon, seluruh orang di dalam ruang pribadi tersebut sontak menarik napas dingin.
Wajah Sun Xuewen berubah menjadi hijau. Sebenarnya dari mana latar belakang pria ini, hingga seorang Profesor Zhou Shaoyuan saja bisa begitu hormat kepadanya?
Siapa sebenarnya Zhou Shaoyuan itu? Beliau adalah wakil direktur Rumah Sakit Rakyat Yanjing yang terhormat, seorang tokoh yang memiliki tingkat ketenaran sangat tinggi di seluruh lingkaran pengobatan tradisional Tiongkok. Pihak rumah sakit keluarganya bahkan harus mengerahkan banyak tenaga dan koneksi hanya untuk mengundang Profesor Profesor Zhou datang memberikan ceramah keliling di rumah sakit mereka.
Ponsel Ye Fan tadi disetel menggunakan pengeras suara, sehingga Sun Xuewen tentu saja mendengarnya dengan sangat jelas. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Profesor Zhou Shaoyuan yang begitu terkenal ternyata begitu menghormati Ye Fan, bahkan terus memanggilnya dengan sebutan "Anda" serta secara terbuka mengakui bahwa kemampuan medisnya berada di bawah Ye Fan. Dari nada bicara Profesor Zhou Shaoyuan di telepon tadi, sama sekali tidak terlihat seperti sedang berpura-pura.
Ling Yiming dan Qian Ningbing yang berada di samping juga saling bertukar pandang kebingungan. Mungkinkah pria yang satu ini benar-benar bukan seorang aktor bayaran?
"Tampaknya identitas Tuan Ye tidak sekadar menjadi sekretaris Presiden Direktur Yumu International saja, bukan?" ucap Sun Xuewen dengan wajah muram.
"Tuan Sun tebakannya tepat! Aku sebenarnya punya identitas lain," jawab Ye Fan tenang.
"Identitas apa?" tanya Sun Xuewen buru-buru.
Ling Sixue juga menatap Ye Fan dengan ekspresi penuh keheranan. Penampilan Ye Fan barusan terlalu sempurna, membuat dirinya pun mulai meragukan bahwa Ye Fan bukan sekadar sekretaris Su Yurou biasa.
"Tuan Sun, sejujurnya, identitas lain yang kumiliki adalah..." Sambil berkata demikian, Ye Fan tiba-tiba mengeluarkan sebuah buku kecil berwarna merah dari dalam saku bajunya dan melintaskannya sekilas di hadapan Sun Xuewen.
"Mi... Militer?" tanya Sun Xuewen dengan rasa curiga dan terkejut.
Meskipun ia tidak sempat melihat dengan jelas apa yang tertulis di atas buku merah kecil di tangan Ye Fan, namun berdasarkan wawasan yang dimilikinya, ia tentu tahu bahwa dokumen identitas tersebut berasal dari kalangan militer.
"Letkol!" ucap Ye Fan singkat.
Begitu ucapan itu terlontar, seluruh orang di dalam ruang pribadi tersebut terpaku seketika.
Ling Sixue membelalakkan matanya menatap Ye Fan, merasa ragu apakah pendengarannya sedang bermasalah.
"Tuan Ye, apa yang Anda katakan barusan? Sepertinya saya tidak mendengarnya dengan jelas," tanya Sun Xuewen dengan ekspresi kosong.
"Aku bilang aku ini seorang letkol. Apakah kau sudah mendengarnya dengan jelas sekarang?" kata Ye Fan tenang.
Selesai berkata demikian, orang-orang kembali menarik napas dingin.
Letkol! Diusia sekecil ini sudah menjadi seorang letkol? Jumlah perwira berpangkat letkol di seluruh Wilayah Militer Bingzhou bisa dihitung dengan jari satu tangan, tetapi Ye Fan ternyata juga seorang letkol?
Pepatah mengatakan, pengalaman mendatangkan kebijaksanaan. Ye Fan sama sekali tidak bodoh; latar belakang Sun Xuewen jelas tidak sederhana. Setelah sandiwara ini selesai, berdasarkan pemahamannya terhadap para 'tuan muda' ini selama beberapa waktu terakhir, Sun Xuewen pasti akan mencari orang untuk membalas dendam padanya.
Ye Fan bukan berarti takut padanya, hanya saja ia ingin menghindari timbulnya masalah yang tidak perlu. Karena itulah ia memilih untuk memamerkan identitasnya secara langsung, agar pria itu tahu diri dan mundur teratur.
"Kau!" Wajah Sun Xuewen berubah menjadi hijau berganti putih. Pemuda ini bukan hanya seorang perwira militer, melainkan seorang letkol?
Ekspresinya dipenuhi rasa curiga dan terkejut. Hengyang Real Estate memiliki pengaruh yang sangat besar. Di Bingzhou, mereka tidak hanya berkuasa di dunia hitam maupun putih, tetapi juga mengenal banyak pejabat tinggi serta kaum elit di kalangan pemerintahan dan militer. Namun, ia belum pernah mendengar ada sosok bernama Ye Fan di lingkaran tersebut.
"Aku tidak menyangka Tuan Ye sudah menjadi seorang letkol di usia yang begitu muda. Aku juga memiliki banyak teman di kalangan militer, bolehkah aku tahu Tuan Ye berasal dari pasukan mana?" tanya Sun Xuewen setengah percaya.
"Rahasia negara!" Ye Fan melirik Sun Xuewen sekilas lalu berkata datar.
Jantung Sun Xuewen berdegup kencang. Ia menatap Ye Fan dan merasa bahwa pemuda ini sedang berbohong. Rahasia negara apanya? Jika benar begitu, apakah pemuda ini anggota pasukan khusus?
Lagipula, wajah tampan pemuda ini tampak terlalu muda, yang semakin memperkuat kecurigaan di hati Sun Xuewen.
Melihat Sun Xuewen menunjukkan ekspresi tidak percaya, Ye Fan menjadi malas untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengambil sebuah asbak kaca di atas meja, mengalirkan sedikit energi tenaga dalam, lalu sedikit mengerahkan kekuatan pada kelima jarinya untuk meremasnya.