Pasal Seratus Lima Puluh Enam: Diusir

Sistem Serba Bisa Super Ubi karamel 2993kata 2026-03-30 05:20:31

Porsche Cayenne membuntuti tepat di belakang.

Saat ini, wajah cantik Lan Meng di kursi pengemudi dipenuhi dengan rasa terkejut yang mendalam.

Pembalap dari mana ini? Keberaniannya luar biasa sekali!

Di depan ada sebuah tikungan tajam, kecepatan mobil BMW dan Porsche sama-sama melambat.

Namun, kecepatan mobil Audi itu tetap bertahan di angka dua ratus kilometer per jam!

Biji mata Yun Feng hampir copot, ia membatin dalam hati, berani-beraninya ngebut di tikungan, sialan, ini sih mau bunuh diri namanya.

Ling Shexue sangat ketakutan hingga wajah cantiknya memucat. Ye Fan, kau bajingan, Nona ini bahkan belum pernah pacaran!

Saat ini, di matanya, Ye Fan di kursi pengemudi seolah telah berubah menjadi sesosok iblis.

Habis, tamatlah sudah! Hari ini Nona akan tewas di sini!

Detik berikutnya, sebuah pemandangan yang membuat semua orang tidak percaya terjadi.

Ye Fan menginjak rem dalam-dalam sementara kedua tangannya dengan cepat memutar setir.

Seluruh bodi mobil Audi seketika mengeluarkan suara gesekan yang memekakkan telinga, bergetar hebat, dengan bagian depan mobil yang bergeser ke satu sisi dengan kecepatan yang aneh!

"Ciiit!!! Ciiit!!!"

Suara gesekan ban dengan aspal terdengar sangat menusuk telinga.

Untuk pertama kalinya, Ling Shexue merasakan secara langsung apa yang disebut sebagai *drift* atau melayang di tikungan dalam legenda!

Terlebih lagi, *drift* jarak jauh seperti ini sangat berbeda jauh dari apa yang ada di film-film. Ling Shexue bahkan merasa pemandangan di sekitarnya tampak tidak nyata, dan tubuhnya seolah-olah hendak terlempar keluar dari pintu mobil.

Hanya dalam waktu satu tarikan napas, mobil Audi itu telah melewati tikungan, meluruskan kembali bagian depannya, dan melesat maju dengan kecepatan tinggi.

Di kursi pengemudi Porsche, Lan Meng menghirup napas dingin, wajah cantiknya dipenuhi rasa takjub.

Yun Feng pun tercengang, sempat meragukan apakah dirinya tadi baru saja mengalami halusinasi!

Tikungan sebesar itu, bagaimana bisa dilewati dengan *drift* secepat itu?

Mobil Audi milik Ye Fan itu benar-benar bagaikan kilat, lenyap dalam sekejap mata.

Terlebih lagi, teknik *drift* semacam itu sungguh membuat jantung berdebar kencang.

Hanya dalam satu tikungan saja, mobil Audi itu seketika meninggalkan jarak yang sangat jauh dari BMW dan Porsche di belakang.

"M-Mobil... Dewa Balap!" Lan Meng dengan susah payah menelan ludahnya. Pemandangan barusan membuatnya tidak akan pernah lupa seumur hidupnya.

Yun Feng merasa sangat terguncang, tanpa sadar menelan air liurnya.

Setelah melewati dua tikungan berturut-turut, Audi Q7 telah meninggalkan jauh di belakang BMW X6.

Dengan wajah penuh keterkejutan, Yun Feng menghentikan kendaraannya.

Sementara itu, Lan Meng tidak berhenti. Ia mengemudikan Porsche-nya melesat pergi begitu saja, meskipun di dalam hatinya saat ini terselip satu tekad yang kuat: ia harus menemukan dewa balap ini!

Yun Feng menatap dengan dungu ke arah mobil Audi yang sudah lenyap dari pandangan. Sialan, benar-benar tidak masuk akal!

Punya kemampuan menyetir sehebat itu, tapi malah makan tanpa bayar di restoran miliknya?

Sialan, kalau kau sekadar pergi balapan liar di luar sana, uangnya pasti sudah lebih dari harga dua botol Lafite! Meskipun, Lafite di restorannya memang palsu...

Namun, fakta terpampang di depan mata. Urusan balapan mobil, ia sama sekali bukan tandingan pengemudi Audi barusan.

Sementara itu, Ye Fan mengemudikan mobil Audunya berbelok-belok, memastikan kendaraan di belakang telah tertinggal jauh, barulah ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan pada area yang lengang.

Begitu mobil berhenti, Ling Shexue langsung melompat keluar dari pintu mobil, lalu tanpa menjaga imej seorang wanita terhormat, ia muntah-muntah dengan hebatnya.

"Ehm... Shexue, kau tidak apa-apa?" tanya Ye Fan sambil keluar dari mobil.

Setelah selesai muntah, Ling Shexue buru-buru mengeluarkan tisu untuk menyeka mulutnya berulang kali. Sambil menatap Ye Fan dengan perasaan sangat jengkel, ia membentak dengan suara lembut namun geram, "Ye Fan, kau bajingan! Apa kau berniat membunuhku?"

"Hehehe, bukankah tidak apa-apa? Aku sudah meninggalkan mereka semua di belakang," jawab Ye Fan sambil menggaruk bagian belakang kepalanya dengan cengiran lebar.

Harus diakui, sensasi *drift* barusan benar-benar luar biasa.

"Meninggalkan pantatmu! Kau tadi hampir membuatku ikut terlempar keluar!" kata Ling Shexue dengan penuh kekesalan.

Aksi kebut-kebutan Ye Fan tadi benar-benar hampir membuatnya pingsan ketakutan, meninggalkan trauma psikologis yang sulit dihapuskan di dalam hatinya.

Namun, Ling Shexue juga merasa heran. Pria ini punya kemampuan bela diri yang hebat itu satu hal, jago main basket itu satu hal lagi, ilmu kedokterannya sepertinya juga lumayan, dan sekarang kemampuan menyetirnya ternyata juga sebagus ini. Ini... terlalu tidak masuk akal, bukan?

Ling Shexue seketika memiliki perasaan yang kuat bahwa pria bernama Ye Fan ini benar-benar sangat misterius.

"Sudahlah, sudahlah, lain kali aku akan lebih berhati-hati, oke? Kita mau ke mana sekarang?" tanya Ye Fan.

Ling Shexue menarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan emosinya, lalu berkata dengan nada kesal, "Yang pasti kita tidak boleh pulang ke rumah. Kita cari Yurou saja."

"B-Baiklah," kata Ye Fan.

"Kenapa, kelihatannya kau tidak begitu sudi?" Ling Shexue melirik Ye Fan dengan tajam.

"T-Tidak, kok," ucap Ye Fan.

Kenyataannya, di dalam hatinya Ye Fan seratus persen tidak sudi. Melihat sikap wanita ini, malam ini dia pasti akan menginap di tempat Yurou. Lalu, bagaimana dengan dirinya sendiri?

Tadi dia masih berencana untuk tidur seranjang lagi bertiga dengan Su Yurou.

Namun, Ye Fan juga tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimanapun juga, hari ini Ling Shexue baru saja bertengkar hebat dengan keluarganya.

Sambil merentangkan tangan tanpa berdaya, Ye Fan berkata, "Ayo naik ke mobil."

Mendengar kata "naik ke mobil" dari mulut Ye Fan, tubuh mungil Ling Shexue sedikit bergidik. Sambil menggigit bibir bawahnya, ia berkata, "Jika kau berani kebut-kebutan lagi, aku akan bertaruh nyawa denganmu!"

"Tenang saja, tadi itu hanya untuk menyalurkan hobi saja," kata Ye Fan sambil tersenyum.

Keduanya kembali naik ke dalam mobil Audi dan melaju menuju arah kompleks militer.

Sepanjang perjalanan, atas permintaan tegas Ling Shexue, mobil Audi itu berjalan dengan sangat lambat seperti kura-kura.

Butuh waktu setengah jam bagi keduanya untuk tiba di kompleks militer.

Setelah memarkirkan mobil dengan benar, Ling Shexue keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju kamar Su Yurou, sementara Ye Fan tentu saja mengikuti di belakangnya.

"Hei, untuk apa kau ikut ke mari?" tanya Ling Shexue.

"Astaga, Direktur Ling yang terhormat, aku kan memang tinggal di sini. Menurutmu untuk apa aku ikut ke mari?" Ye Fan membalas dengan tatapan sinis dan nada tidak senang.

"Oh, benar juga ya. Kalau begitu, malam ini kau cari tempat lain saja di luar untuk tidur, karena Nona ini malam ini mau tidur bersama Yurou," ucap Ling Shexue dengan nada mendominasi.

"Hei, Ling Shexue, mana bisa begitu?" kata Ye Fan dengan perasaan jengkel.

"Huh, kan cuma numpang menginap beberapa hari saja, lihat ekspresimu itu," cibir Ling Shexue sambil mengerucutkan bibirnya.

Sambil berbicara, keduanya membuka pintu dan melangkah masuk.

Mendengar suara pintu dibuka, Su Yurou kebetulan baru saja selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi. Begitu melihat Ye Fan dan Ling Shexue masuk bersama-sama, ia sempat tertegun sejenak, lalu bertanya, "Xiaoxue, kenapa kau datang?"

Ling Shexue menghela napas, lalu berkata dengan nada memelas, "Yurou, sepertinya aku harus menumpang tinggal di tempatmu selama beberapa hari ke depan. Mohon tamping aku ya."

Melihat ekspresi melas Ling Shexue, Su Yurou terkekeh kecil dan berkata, "Kalau mau tinggal, ya tinggal saja."

"Hei, lalu bagaimana dengan aku?" protes Ye Fan dengan nada tidak terima.

"Kau? Malam ini pergi saja tidur di luar. Memangnya kau masih mau tidur sekamar dengan kami berdua?" Ling Shexue melirik Ye Fan dengan tatapan meremehkan.

Su Yurou juga memberikan tatapan meminta maaf kepada Ye Fan.

"Duh!" Ye Fan menghela napas, lalu berkata, "Begini saja, Yurou, dua hari ini kita pergi mencari rumah saja. Kalau tidak bisa, kita beli vila sekalian, tempatnya lebih luas."

"Baiklah," Su Yurou mengangguk.

Membeli vila? Huh, pria ini ternyata memang punya banyak uang, batin Ling Shexue.

Kedua wanita itu benar-benar sahabat karib sejati; seolah-olah mereka memiliki topik pembicaraan yang tidak ada habisnya. Mereka seakan mengabaikan keberadaan Ye Fan, langsung masuk ke "suasana" dan mulai mengobrol tanpa henti.

"Ehm... kalau begitu kalian ngobrol saja ya, aku mau keluar mencari Xiuran," kata Ye Fan.

"Pergilah, pergilah," kata Ling Shexue sambil melambaikan tangannya seolah-olah dialah pemilik rumah di tempat ini.

Mendengar itu, Su Yurou kembali memberikan tatapan penuh permintaan maaf kepada Ye Fan.

Setelah keluar dari kamar, Ye Fan menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Liu Xiuran.

"Halo, Muridku, Guru kesayanganmu ini diusir keluar. Cepat carikan aku tempat untuk tidur," kata Ye Fan.

"Hah? Guru, Anda bertengkar dengan Nyonya Besar?" tanya Liu Xiuran di ujung telepon dengan nada terkejut.

"Tidak, hari ini ada tamu datang," jawab Ye Fan dengan jengkel.

"Oh, kalau begitu Guru tidur di tempatku saja. Di tempatku masih ada satu tempat tidur kosong," kata Liu Xiuran.

"Baiklah."

Setelah menutup telepon, Ye Fan berjalan menuju kamar Liu Xiuran.

Sialan, besok aku pasti akan langsung pergi membeli vila, putus Ye Fan dalam hati.

Kalau sudah punya vila, meskipun wanita bernama Ling Shexue itu ingin tinggal di tempat Yurou, dia tidak perlu sampai terusir keluar, bukan?

Lagi pula, besok dia memang harus pergi melihat toko teh miliknya. Selama ditinggal pergi beberapa waktu ini, entah bagaimana penjualan teh Kui berjalan.

Ah, benar juga, ada satu lagi gadis bernama Mu Qingyu itu, entah bagaimana kabarnya akhir-akhir ini.