Gelang Penangkal Roh Jahat 1
Kini Sang Dewa Agung tengah terperangkap namun masih mampu bersikap begitu tenang dan santai, membuat Bai Ze semakin kagum. Ia diam-diam melirik sosok di depannya, Sang Dewa Agung yang kini mengenakan gaun, lalu teringat kembali pada perjumpaan pertamanya; penampilan dan pesona seperti dewa itu sungguh sulit dilupakan.
“Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan.” Bai Ze teringat pada kasus di Kediaman Zhao; ia sudah menyelidiki tempat itu cukup lama namun tak menemukan jejak makhluk gaib apa pun.
“Tak perlu lagi kau menyebut dirimu sebagai ‘si kecil’. Dengan kemampuanmu kini, kau sudah naik tingkat menjadi dewa. Memang usiaku lebih tua darimu, namun di dunia fana ini, kita tak jauh berbeda. Mulai sekarang, sebut saja aku Yi Jun. Bolehkah aku memanggilmu dengan nama aslimu? Jika ada sesuatu, katakan saja langsung!” ujar Xiu Yi dengan sikap serius.
Di Gunung Penglai, para penghuni di sana memang memanggilnya Yi Jun secara langsung. Sudah lama ia tak mendengar panggilan seperti itu.
Bai Ze mengangguk, lalu berkata, “Tentu, Yi Jun. Apakah kau tahu makhluk apa yang mengacau di Kediaman Zhao?”
“Meski hari itu aku memang ada di sana, namun saat itu kemampuanku masih terbatas, jadi aku pun tak tahu makhluk apa yang berulah. Apakah kau menemukan sesuatu?” tanya Xiu Yi.
“Kurasa itu adalah binatang buas yang lolos dari Alam Liar. Kini batas antara Empat Samudra dan Delapan Penjuru tak lagi stabil, sering terjadi celah ruang dan waktu, sehingga makhluk dari Alam Liar sering masuk ke dunia manusia. Lagi pula, kudengar Raja Iblis juga jatuh ke dunia fana...”
Apa? Raja Iblis Xuan Feng juga jatuh ke dunia fana? Tak heran makhluk gaib bermunculan, mungkin saja mereka mengejar Xuan Feng.
“Benarkah itu?”
Bai Ze sendiri tak bisa memastikan, lalu ragu-ragu menjawab, “Aku juga hanya mendengarnya dari orang lain. Sejak Festival Buah Suci itu, Raja Iblis memang tak pernah muncul lagi.”
Meski tak bisa dipastikan ia ada di dunia manusia, yang jelas tak bikin onar di alam dewa saja sudah cukup baik.
“Lalu, Yi Jun, apa rencanamu sekarang? Beberapa hari lagi fenomena Sembilan Bintang akan terjadi. Aku berniat kembali ke Alam Liar. Apakah kau ingin ikut pulang?”
Akhirnya bisa pulang juga! Xiu Yi merasa sekujur tubuhnya bergetar penuh semangat. Ia sudah menanti hampir seribu tahun, kini akhirnya kesempatan itu tiba. Namun ia menahan gejolak hatinya, lalu bertanya tenang, “Kapan tepatnya fenomena Sembilan Bintang itu?”
“Setiap tiga tahun sekali. Tahun ini jatuh pada awal bulan depan, jadi tinggal tujuh atau delapan hari lagi,” ujar Bai Ze setelah menghitung.
Tinggal tujuh atau delapan hari lagi? Begitu cepat!
Sementara itu, Ji Yao yang menunggu di luar tirai sudah mulai gelisah. Dokter Bai Ze membawa sang Dewa Agung untuk diperiksa, kenapa lama sekali belum kembali? Ia tak tahan lagi dan bertanya pada Chen Jiawei, “Pemeriksaan ini memang membutuhkan waktu lama, ya?”
“Aku juga tak tahu. Biasanya tak selama ini,” jawab Chen Jiawei, ikut bingung.
Xiu Yi yang baru saja tenggelam dalam kebahagiaan akan segera bisa kembali ke alam dewa, mendadak ragu saat mendengar suara jernih Ji Yao dari luar. Jika ia pergi, bagaimana dengan gadis itu? Dunia fana masih dipenuhi makhluk gaib, bagaimana jika ia terluka? Tiga tahun bagi dirinya hanyalah sekejap, namun bagi manusia fana, setiap detik sangat berarti.
“Jangan ceritakan pada siapa pun bahwa kau pernah bertemu denganku di dunia fana. Kini dunia manusia sedang diganggu makhluk gaib, aku tak bisa hanya diam saja. Urusan pulang nanti saja dipikirkan lagi!” ujar Yi Jun tegas.
Ucapannya masuk akal, Bai Ze pun teringat suara gadis di luar tadi dan tak kuasa menahan senyumnya. “Yi Jun benar,” katanya.
Setelah berbincang ringan beberapa saat lagi, Bai Ze memberikan beberapa pil obat pada Xiu Yi, lalu menggendongnya keluar.
Begitu melihat sang Dewa Agung keluar dalam keadaan baik-baik saja, hati Ji Yao langsung lega. Ia segera mengulurkan tangan, bersiap menerima Dewa Agung dari pelukan Bai Ze. Saat Ji Yao mengulurkan tangan, Bai Ze melihat tanda lahir berbentuk kelopak bunga di pergelangan tangannya. Mungkin inilah alasan gadis itu bisa menarik energi spiritual. Tanda itu, apa asal-usulnya? Bai Ze langsung menggenggam pergelangan tangan Ji Yao.