Tidak berperikemanusiaan.
Saat mendengar namanya dipanggil langsung oleh Ji Yao, Xiao Hanqing agak terkejut. Ia melangkah lebar ke hadapan Ji Yao, sedikit mendongakkan kepala, lalu berkata dengan angkuh, “Kalau kau sudah tahu siapa aku, kenapa masih berani bertingkah seperti ini di wilayahku?”
“Aku juga tidak mau! Tadi, semua yang terjadi, kau pasti juga melihatnya. Kalau aku tidak melawan mereka, justru aku yang akan apes,” Ji Yao membela diri dengan tegas, otaknya sibuk mengumpulkan dan menyusun semua informasi yang pernah ia baca tentang Xiao Hanqing.
Apakah hari ini ia bisa keluar dari sini dengan selamat atau tidak, semuanya tergantung pada Xiao Hanqing.
“Dasar gadis sialan, mulutmu ternyata cukup pintar juga. Siapa namamu, dari mana asalmu?” tanya Xiao Hanqing sambil tersenyum licik.
“Kak! Gadis ini namanya Ji Yao, waktu itu juga dia yang memukulku!” Xiao Zitong entah dari mana tiba-tiba muncul, langsung menunjuk Ji Yao dan mengadu.
Wajah yang semula masih tersenyum itu tiba-tiba berubah dingin.
Saat itu pula Su Yuying dan Pan Sisi datang.
Melihat Ji Yao, Pan Sisi segera berlari ke sisinya, menatap penuh kekhawatiran, “Yao Yao, kau tidak apa-apa kan?”
Mata Xiao Hanqing langsung berbinar melihat Su Yuying, bahkan sorot matanya berubah lembut, “Yuying, kapan kau datang? Kenapa tidak bilang dulu sebelumnya!”
“Memangnya kalau aku bilang, kau mau apa?” Su Yuying tersenyum di bibir, tapi tatapannya pada Xiao Hanqing penuh rasa meremehkan.
Namun budak cinta yang sudah kehilangan akal itu sama sekali ti