Bab Dua Puluh Dua: Kilatan Sekejap
Dalam dua hari terakhir, Bayangan Dendam terus mengamati Ye Yuan dari kejauhan, sehingga sama sekali tidak menyadari adanya perubahan pada Ye Yuan. Baru saat kini ia berada cukup dekat, ia terkejut mendapati target pembunuhannya ternyata telah mencapai Tingkat Ketiga Energi Asal.
Tentu saja, bagi Bayangan Dendam, Tingkat Pertama atau Ketiga Energi Asal tidak ada bedanya; lawan seperti itu biasanya bisa ia kalahkan hanya dalam sekejap. Setiap tingkatan pada ranah Energi Asal adalah sebuah loncatan besar; jangan tertipu oleh perbedaan satu tingkat kecil antara Tingkat Ketiga dan Keempat, sebab perbedaan kekuatannya sangatlah besar. Seorang kultivator Tingkat Keempat Energi Asal mampu menghadapi lima atau enam orang Tingkat Ketiga tanpa kesulitan.
Bayangan Dendam berada dua tingkat di atas Ye Yuan, dan ia sama sekali tidak menganggap Ye Yuan bisa menjadi ancaman baginya.
Yang membuat Bayangan Dendam bingung adalah, apakah informasi yang diberikan oleh si pemberi tugas yang salah, ataukah pemuda di depannya ini memang terlalu luar biasa? Ia lebih memilih percaya pada kemungkinan pertama, sebab baru dua atau tiga hari berlalu sejak tugas ini diumumkan. Apakah mungkin dalam waktu sesingkat itu, seseorang bisa naik dari Tingkat Pertama ke Tingkat Ketiga Energi Asal?
Lelucon macam apa ini?
"Saudara Ye, orang ini sangat berbahaya. Nanti aku akan menahannya, kau dan Lü'er segera lari dengan menunggang kuda! Akademi hanya berjarak belasan li dari sini, segeralah cari bantuan!" Tang Yu berdiri di depan Ye Yuan dan Lü'er sambil menggenggam pedang.
Ia bisa merasakan aura membunuh yang dingin dari Bayangan Dendam, meski tidak bisa menebak seberapa dalam kekuatannya. Ia tahu kali ini mereka bertemu lawan tangguh. Ye Yuan telah menyelamatkan nyawa ayahnya, Tang Zonghuai, dan memberinya pil obat tingkat tinggi; balas budinya sangat besar, dan kini Tang Yu rela mempertaruhkan nyawanya sebagai bentuk terima kasih.
Walaupun Tang Yu juga seorang murid jenius di Akademi Danwu, namun jika dibandingkan dengan Bayangan Dendam yang berpengalaman dalam banyak pertempuran, baik dari segi kekuatan maupun pengalaman, ia masih jauh tertinggal. Jika ia tetap tinggal, jelas kematiannya hanya tinggal menunggu waktu.
Dari ketiganya, kekuatan Tang Yu yang terkuat, maka tanpa ragu ia pun maju ke depan.
Melihat Tang Yu bersikap waspada seperti menghadapi musuh besar, hati Lü'er pun ikut tegang. "Tuan muda, kau larilah dulu! Aku dan Kakak Tang akan menahan mereka!"
Ye Yuan tersenyum geli melihat Lü'er juga berdiri menghalangi di depannya. "Anak bodoh, kalau kau tetap di sini, apa yang bisa kau lakukan? Menyingkirlah."
"Tidak mau! Pokoknya tidak mau!" jawab Lü'er keras kepala.
Melihat tindakan Tang Yu dan Lü'er, meski Ye Yuan merasa geli, ia juga sangat terharu dalam hati.
Dalam kesulitan barulah terlihat ketulusan. Tindakan Lü'er sudah ia perkirakan, namun Tang Yu baru mengenalnya beberapa hari saja. Walaupun Ye Yuan sudah menyelamatkan ayahnya dan memberinya Pil Ledakan Energi, andai Tang Yu orang yang lemah niat, kemungkinan besar ia sudah melarikan diri sejak tadi.
Harus diketahui, dengan kekuatan Bayangan Dendam, tanpa keajaiban, ketiganya pasti akan mati.
"Hahaha, sungguh pemandangan yang mengharukan! Ye Yuan, kau tak perlu bicara, gadis kecil ini sangat cantik dan segar, nanti..." Bayangan Dendam tertawa terbahak-bahak.
Saat ini, Bayangan Dendam sudah yakin bahwa Ye Yuan pasti berlatih teknik khusus, atau mungkin memiliki harta ajaib yang bisa melacak keberadaannya. Teknik atau harta seperti itu sangat berharga baginya, maka ia pun berniat memaksanya untuk mengaku apapun caranya.
Selain itu, Lü'er memang sangat memikat, mana mungkin ia melewatkan kesempatan ini?
"Kalian minggir!" Ye Yuan mendorong Lü'er dan Tang Yu ke samping, berdiri di depan mereka dengan wajah tersenyum, namun senyumnya kini berubah sangat dingin.
Entah mengapa, hawa dingin tiba-tiba merambat naik dari dalam hati, membuat Bayangan Dendam bergidik.
Ada apa ini?
Bayangan Dendam sudah membunuh puluhan orang, bahkan mungkin lebih dari seratus, tubuhnya sendiri pun menyimpan aura dingin kematian. Bahkan jika seorang ahli tingkat Cairan Roh berdiri di depannya, tidak mungkin membuatnya bergidik, tapi pemuda Tingkat Ketiga Energi Asal ini justru sanggup memunculkan rasa dingin dalam hatinya?
Bayangan Dendam merasa semua kejadian hari ini benar-benar aneh. Ini seharusnya tugas yang sangat mudah, kenapa jadi begini rumit?
"Kita sebenarnya tidak punya dendam pribadi, kau pun hanya dibayar untuk menghilangkan masalah orang lain. Awalnya aku hanya ingin mengujimu, tapi karena kau berani mengincar Lü'er, jangan salahkan aku jika aku mengambil nyawamu," ujar Ye Yuan dengan nada yang menusuk tulang.
Saat itu juga, Ye Yuan menelan sebuah pil. Pil itu telah ia persiapkan sebelum berangkat.
Karena tahu perjalanan ini berbahaya, tentu saja Ye Yuan tidak mungkin berangkat tanpa persiapan.
Pil itu bernama Pil Komunikasi Lima Unsur, terbuat dari lima jenis bahan berbeda: logam, kayu, air, api, dan tanah. Setelah diminum oleh kultivator Energi Asal, dalam waktu singkat kekuatannya bisa langsung meningkat satu tingkat!
"Haha, sungguh lucu! Aku ingin lihat, bocah Tingkat Tiga Energi Asal sepertimu, bagaimana bisa mengambil nyawaku!"
Meski tampak santai, hati Bayangan Dendam sebenarnya jauh dari tenang. Ia justru berkata demikian untuk menyemangati diri sendiri, mencoba mengusir bayang-bayang gelap yang menyelimuti perasaannya.
Saat itu juga, "swish", pedang Bayangan Dendam terhunus!
Sebagai seorang pembunuh, Bayangan Dendam tidak akan ragu menggunakan segala cara untuk membunuh. Tak ada aturan untuk tidak menyerang tiba-tiba; satu detik ia masih tertawa, di detik berikutnya pedangnya sudah mengarah tepat ke dada Ye Yuan.
"Saudara Ye! Tuan muda, hati-hati!" Tang Yu dan Lü'er berteriak serempak.
Namun teriakan mereka masih kalah cepat dibandingkan pedang Bayangan Dendam. Saat mereka sadar, pedang itu sudah menembus tubuh Ye Yuan.
"Tuan muda!"
"Saudara Ye!"
Tang Yu dan Lü'er menjerit pilu melihat kejadian itu.
Bayangan Dendam merasa ada yang aneh. Jelas-jelas pedangnya sudah menembus tubuh Ye Yuan, tapi mengapa ia sama sekali tidak merasakan apapun di tangannya?
Alasan Bayangan Dendam bisa mencabut pedang secepat itu, selain karena kehati-hatian, juga karena firasat buruk dalam hatinya semakin kuat.
Ia melihat jelas Ye Yuan menelan pil, meski ia tidak percaya pil apapun bisa mengancam dirinya, tapi naluri kehati-hatiannya yang terlatih membuatnya tidak ragu untuk segera menyerang.
Hanya kematian yang bisa membawa ketenangan.
Namun, meski jelas sudah membunuh Ye Yuan, kenapa firasat buruk itu masih saja menggantung di hatinya?
Saat itu, sosok Ye Yuan yang tertusuk pedang perlahan memudar, berubah menjadi kehampaan.
Ternyata, yang ditusuk Bayangan Dendam hanyalah bayangan sisa.
"Hai, membelakangi lawan itu sangat berbahaya, lho," suara Ye Yuan membuat tubuh Bayangan Dendam menegang.
Tak mungkin! Ia jelas sudah menusuknya!
"Kilatan Sekejap! Ternyata itu Kilatan Sekejap!" Tang Yu berseru kaget.
"Tuan muda, syukurlah kau tidak apa-apa!" Lü'er bersorak gembira.
"Hehe, tentu saja tidak apa-apa, tuan mudamu mana mungkin semudah itu mati," Ye Yuan tersenyum.
"Saudara Ye ternyata sudah menguasai teknik langkah serumit ini, dan bahkan memakainya dengan sangat lihai, sungguh seorang jenius!" Tang Yu memuji dengan kagum.
"Itu cuma teknik sederhana saja."
Bagi orang lain, Kilatan Sekejap adalah teknik langkah yang sangat rumit dan sulit dikuasai. Namun bagi Ye Yuan, teknik semacam ini sama sekali tidak sulit.
Kilatan Sekejap memang terlihat hebat, namun pada dasarnya hanya teknik langkah untuk bergerak dalam jarak pendek, hanya teknik bela diri tingkat satu, tidak terlalu luar biasa.
Namun, teknik langkah ini memang selaras dengan hukum alam, mudah dipelajari tapi sulit dikuasai. Orang biasa sangat sulit untuk menguasainya sepenuhnya. Bahkan di Akademi Danwu, Kilatan Sekejap adalah teknik bela diri yang sangat tinggi, hanya segelintir orang yang mampu mempelajarinya.
Akan tetapi, hukum alam seperti ini, bagi Ye Yuan yang pernah memiliki tingkat pemahaman yang sangat tinggi, sungguh bukan apa-apa.