Bab 3: Harus Melepaskan Diri
Awalnya, para tabib itu memang sudah punya niat masing-masing. Ada yang terpaksa dipanggil ke sini, ada pula yang sejak awal telah mendapat kabar diam-diam dan menyusup ke dalam kelompok ini. Ada yang ingin mencari perlindungan pada Pangeran Kang, ada juga yang berniat membuat keributan atau sekadar mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Singkatnya, mereka semua hanya menunggu waktu untuk bertindak. Kini, ucapan Li Pingan memberi mereka alasan yang dicari-cari.
Seorang tabib tua, sambil merapikan jenggotnya, melangkah maju. Ia lebih dulu memberi hormat pada Pangeran Kang, lalu mulai melancarkan serangan.
Dengan tatapan dingin menatap Li Pingan, ia berseru lantang, "Anak muda, kami semua telah memeriksa kesehatan Yang Mulia dan mendapatkan hasil yang sama: penyakit beliau disebabkan oleh hawa jahat yang menyerang pembuluh jantung. Tapi kau berani mengumbar omong kosong dan menipu Yang Mulia, apa maksudmu sebenarnya?"
Begitu tabib tua itu memulai, yang lain pun segera menyambung.
"Perkataan Tuan Hu benar sekali, Yang Mulia adalah pilar Negeri Daxia. Orang ini berani menipu Pangeran, jangan-jangan dia mata-mata dari bangsa barbar?"
"Yang Mulia, orang ini tampaknya bukan bodoh, tapi justru mengucap kata-kata bodoh yang hanya ingin menarik perhatian. Ini sangat mencurigakan, harus benar-benar diselidiki."
"Yang Mulia, penipu seperti ini tidak boleh dipercaya."
Awalnya Pangeran Kang memang agak marah mendengar ucapan Li Pingan, namun melihat reaksi para tabib, ia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Tampaknya mereka bukan benar-benar peduli pada penyakitnya, melainkan mengincar nyawa Li Pingan? Ada yang ingin membuat kekacauan?
Setelah menyadari hal ini, Pangeran Kang mengangkat tangannya, memberi isyarat agar semua orang diam.
"Benar apa yang kalian katakan. Penyakitku kali ini memang menimbulkan kegemparan, tidak heran jika ada orang-orang berniat buruk yang menyusup. Demi membuktikan semuanya bersih, aku memutuskan untuk menahan seluruh tabib yang ada di sini demi penyelidikan."
Suara Pangeran Kang tiba-tiba menjadi dingin, "Pengawal, tangkap semua tabib kecuali Tabib Kecil, periksa dengan ketat. Aku ingin tahu berapa banyak orang berniat jahat yang menyusup kemari."
"Siap!"
Begitu perintah keluar, para prajurit masuk ke aula dan menangkap semua tabib, kecuali Li Pingan, lalu membawa mereka pergi.
Para tabib yang dibawa berteriak-teriak memohon belas kasihan, namun Pangeran Kang bergeming.
Baru saat itulah Li Pingan tersadar. Ternyata sejak ia masuk, semua kata-kata manis Pangeran Kang hanyalah jebakan agar para provokator menunjukkan diri.
Memang, setiap orang yang berada di puncak kekuasaan selalu berpikir tiga langkah ke depan. Tanpa sadar, Li Pingan telah dijadikan bidak dalam permainan ini.
"Tabib Kecil, sekarang di sini sudah tidak ada orang luar. Bisakah kau berkata sejujurnya, benarkah apa yang kau katakan barusan?"
Pangeran Kang sudah lama menyelidiki Li Pingan dan tahu ia adalah orang yang beretika, bukan tukang omong kosong.
Sebenarnya, Li Pingan berkata Pangeran Kang tidak sakit hanya untuk mengelabui, agar dianggap tabib biasa dan lolos dari masalah.
Namun setelah insiden fitnah barusan, Li Pingan sadar bahwa ada orang yang benar-benar ingin mencelakainya.
Terlebih kematian pemilik tubuh sebelumnya pun penuh kejanggalan, sehingga ia harus lebih waspada.
Karena tidak tahu siapa musuh yang bersembunyi, satu-satunya jalan adalah berlindung pada Pangeran Kang.
Li Pingan menjawab, "Benar, Yang Mulia tidak sakit."
"Kalau aku tidak sakit, kenapa dua bulan terakhir setiap malam dadaku terasa sangat sakit, bahkan sampai batuk darah beberapa kali?"
"Itu karena ada yang mengubah tata letak fengshui di kediaman Yang Mulia, sehingga membangkitkan racun ‘pemakan hati’ yang sudah bersarang di tubuh Anda selama lima belas tahun."
Begitu Li Pingan berkata demikian, Pangeran Kang yang biasanya tenang dan anggun, seketika memancarkan aura mematikan.
Jelas sekali, ia sudah tahu siapa dalang di balik semua ini.
Li Pingan tidak berusaha menenangkan Pangeran Kang yang sedang marah, hanya duduk diam menatapnya.
Tatapan Pangeran Kang yang penuh amarah itu bertemu dengan pandangan Li Pingan yang sedingin air tenang.
Sekilas, Pangeran Kang seperti melihat sosok lelaki yang telah tiada lima belas tahun lalu.
Mengingat lelaki itu, kemarahan Pangeran Kang perlahan-lahan mereda dengan ajaib.
Ia menarik napas dalam-dalam, memaksa dirinya tenang.
Dengan nada menyesal ia berkata pada Li Pingan, "Tadi aku sedikit kehilangan kendali, aku minta maaf."
"Karena Yang Mulia sudah tahu penyebab penyakitnya, pastilah sudah tahu pula cara mengatasinya. Maka saya pamit."
Dari reaksi Pangeran Kang barusan, Li Pingan merasa bahwa bersandar padanya justru lebih berbahaya.
Lebih baik ia segera menjauh.
Tanpa menunggu persetujuan, Li Pingan langsung bangkit hendak pergi.
Namun baru sampai di ambang pintu, suara Pangeran Kang terdengar di belakang, "Tabib Kecil, apakah di telapak kaki kirimu ada tulisan ‘Pingan’?"
"Tidak ada."
Li Pingan berhenti dan berbalik menatap Pangeran Kang.
Dengan wajah datar, ia berbohong tanpa berkedip.
Ia tidak mengerti maksud pertanyaan itu, atau arti tulisan di kakinya.
Karena belum tahu itu pertanda baik atau buruk, ia harus menyangkalnya.
"Benar-benar tidak ada?"
Saat berkata begitu, mata Pangeran Kang menatap Li Pingan lekat-lekat.
"Yang Mulia, kalau tidak percaya, silakan periksa sendiri."
Li Pingan menatap Pangeran Kang tanpa gentar, bahkan menawarkan diri untuk diperiksa.
Ia memilih menyerang balik daripada bertahan.
Pangeran Kang menatap Li Pingan beberapa saat, namun tidak menemukan celah.
Ia hanya tertawa kecil, "Maaf, tampaknya aku salah orang."
"Wajah saya pasaran, jadi wajar jika disangka orang lain."
Li Pingan sedikit lega, sambil tetap menjaga sopan santun.
Tapi Pangeran Kang tampaknya tidak berniat memudahkan jalannya.
Saat Li Pingan sekali lagi berpamitan, Pangeran Kang justru menahannya, "Aku tetap ingin kau yang mengobatiku."
"Terus terang, saya memang tahu penyebab penyakit Anda, tapi saya tidak punya kemampuan untuk menyembuhkannya."
Li Pingan sangat memahami diri sendiri.
Di kehidupan sebelumnya ia memang seorang agung di dunia kultivasi, tetapi setelah jiwa berpindah raga, kini ia hanyalah orang kecil yang tak berdaya.
Baik musuh Pangeran Kang maupun Pangeran Kang sendiri, semuanya bukan orang yang bisa ia lawan.
Melihat wajah Pangeran Kang yang mulai muram, Li Pingan buru-buru menambahkan, "Yang Mulia hanya perlu mencari ahli tata letak yang benar-benar mengerti, perbaiki formasi itu, lalu ke Miaojiang untuk mencari ahli racun, bunuh racun ‘pemakan hati’ dalam tubuh Anda, niscaya kesehatan Anda akan pulih."
Mendengar saran Li Pingan, wajah Pangeran Kang perlahan tersenyum. Ia pun memerintahkan pelayan kepercayaannya, "Nian Banban, kirimkan seratus tael emas ke klinik Tabib Kecil."
"Jangan..."
Li Pingan sangat cemas. Jika ada yang melihat, pasti akan disangka ia yang telah menyembuhkan Pangeran Kang.
Namun setelah berkata demikian, ia sadar penolakannya terlalu mencolok.
Segera ia mengoreksi diri, "Yang Mulia, bisa mendiagnosis penyakit Anda sudah merupakan kehormatan bagi saya. Lagi pula saya sama sekali belum membantu Anda, saya benar-benar tidak pantas menerima hadiah sebesar itu."
"Tabib Kecil, aku selalu adil dalam memberi hadiah maupun hukuman. Kau sudah membantu mendiagnosis penyakitku, itu hakmu. Jangan menolak, atau aku akan marah."
Kali ini suara Pangeran Kang terdengar sangat dingin.