Bab Tujuh Puluh Satu — Tak Pernah Terbayangkan
“Tiga juta?”
Li Wenhua langsung membelalakkan matanya, menatap Zhai Nan dengan tak percaya.
Zhai Nan hanya mengangguk pelan dan berkata, “Benar, tiga juta.”
Barulah Li Wenhua sadar, lalu bergumam dengan makna, “Aku mengerti, pasti kamu…”
Zhai Nan buru-buru memberi isyarat dengan matanya kepada Li Wenhua.
Li Wenhua pun segera sadar dan tidak menyebut nama Han Xia, melainkan berkata, “Pasti orang rumahmu yang memberikannya, kan? Bukankah ini namanya makan dari hasil orang lain juga.”
Zhai Nan mencibir, “Uang ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia, ini semua hasil jerih payahku sendiri.”
Li Wenhua agak terkejut, lalu bertanya, “Kamu membunuh orang, atau membakar sesuatu? Jangan sampai melakukan hal-hal menyimpang!”
Zhai Nan mendengus, “Apa tampangnya aku terlihat seperti orang yang mau melakukan hal-hal menyimpang?”
Li Wenhua mengangguk jujur, “Iya, memang begitu!”
Zhai Nan pun tak bisa berkata-kata, menahan diri cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Aku tanya satu hal saja, mau ikut atau tidak?”
Li Wenhua mengangguk, “Mau!”
Zhai Nan langsung tersenyum, mengangkat gelasnya dan berkata, “Itu baru benar. Ayo, kita rayakan kerja sama kita.”
Tapi Li Wenhua malah menahan gelas Zhai Nan dan bertanya, “Kamu belum bilang mau investasi apa?”
Zhai Nan juga terdiam, lalu berpikir sejenak dan berkata, “Sementara ini aku belum memutuskan.”
Li Wenhua langsung tertawa, “Saudaraku, kau kira aku mabuk lalu kau main-main denganku, ya? Proyeknya saja belum ada sudah mau investasi, hebat sekali kau menipuku.”
Namun Zhai Nan tak memedulikannya dan berkata, “Aku tidak bohong. Aku memang benar-benar ingin berinvestasi. Hanya saja, aku belum yakin ke arah mana investasi ini akan paling menguntungkan. Jadi aku butuh saran dari kakak, menurutmu uang ini paling cocok dipakai untuk apa?”
Mendengar ucapan Zhai Nan, Li Wenhua berpikir sesaat dan berkata, “Sebenarnya membuat acara hiburan itu sangat menguntungkan, bayaran iklan bisa sangat besar. Tapi biasanya acara hiburan dibuat oleh stasiun TV atau situs video besar, mereka jarang mau bekerja sama dengan perusahaan hiburan kecil atau studio, apalagi bagi hasil. Kecuali kamu bisa mengundang orang rumahmu itu…”
Belum sempat Li Wenhua menyelesaikan kata-katanya, Zhai Nan langsung mengangkat tangan dan berkata, “Lupakan saja. Aku tidak akan meminta bantuannya, apalagi memanfaatkan koneksinya.”
Li Wenhua hanya bisa menghela napas dan berkata, “Tapi acara hiburan tanpa bintang besar, hanya diisi artis kecil, sangat sulit untuk sukses. Kalau acara tidak populer, tak ada yang mau beriklan, akhirnya malah rugi.”
Zhai Nan berkata, “Kalau begitu, kita cari proyek lain.”
Li Wenhua berpikir, lalu berkata, “Pilihan lain adalah film, investasi di dunia perfilman. Sejujurnya, tiga juta tidak cukup untuk membuat sebuah film, hanya untuk urusan kostum dan properti saja sudah habis. Belum lagi pengeluaran terbesar sebuah film adalah untuk membayar pemainnya. Artis yang sedikit terkenal saja pasti tarifnya tinggi.”
Zhai Nan mengibaskan tangan, “Cari yang lain.”
Li Wenhua mengerutkan dahi, “Ada juga drama televisi, tapi itu juga berat. Drama TV bisa dapat pemasukan dari iklan di dalam cerita, sisanya dari menjual hak siar. Keuntungannya lumayan, tapi investasinya juga besar, tiga juta tetap kurang. Selain itu, membuat drama TV tidak semudah membalik telapak tangan, harus ada banyak izin. Aku memang punya beberapa kenalan, tapi kita belum punya nama, mengurus semua perizinan itu juga susah.”
Mendengar itu, Zhai Nan pun mengerutkan dahi, lalu bertanya, “Bagaimana kalau serial web?”
Li Wenhua berpikir sejenak, lalu menjawab, “Serial web baru saja berkembang, aturannya pun belum jelas. Aku mungkin bisa cari jalan untuk menghindari beberapa masalah. Tapi sekarang, kebanyakan serial web justru merugi.”
Zhai Nan tampak bingung mendengar hal itu.
Di kehidupannya yang lalu, serial web selalu menjadi proyek dengan modal kecil tapi untung besar. Meskipun banyak yang rugi, tapi jika bisa viral, tetap saja bisa menghasilkan banyak uang.
Memikirkan hal ini, Zhai Nan tak tahan untuk bertanya, “Pasar serial web seburuk itu?”
Li Wenhua mengangguk, “Iya, lebih buruk dari yang dibayangkan. Memang ada serial web yang sukses, tapi kebanyakan malah rugi.”
Zhai Nan bertanya lagi, “Bukannya biaya pembuatan serial web rendah? Selain itu, ada juga pemasukan dari iklan, kenapa tetap rugi?”
Li Wenhua tertawa, “Biaya rendah tetap saja butuh uang! Justru karena biayanya rendah, kebanyakan serial web dibuat asal-asalan, jarang ada yang berkualitas. Selain itu, aturannya belum jelas, jadi sulit untuk ditayangkan di televisi, hanya bisa diputar di internet. Situs video pun menawarkan harga yang tak terlalu tinggi.”
Li Wenhua merasa haus, lalu meneguk minumannya dan melanjutkan, “Sebenarnya, keuntungan utama serial web itu dari iklan dalam cerita. Mirip dengan acara hiburan, kalau tidak ada yang menonton, tak ada yang mau beriklan.”
Zhai Nan merenung lalu berkata, “Jadi, meskipun biaya pembuatan serial web rendah dan proses izinnya mudah, justru karena dua hal ini, kualitas produksinya jadi rendah dan akhirnya banyak yang dibuat asal-asalan. Akhirnya, kurang populer, tak laku iklan, lalu rugi.”
Li Wenhua mengangguk, “Betul, inilah akar masalah sehingga terjadi lingkaran setan seperti sekarang ini. Tapi jujur saja, dengan modal yang kita punya, hanya serial web yang mungkin bisa kita buat. Karena biayanya rendah dan prosesnya mudah. Tapi kalau mau benar-benar untung, itu agak sulit.”
Mendengar itu, Zhai Nan terdiam, tampak berpikir keras.
Biaya rendah, hasil seadanya, tak ada yang suka menonton, akhirnya tak laku iklan dan tak dapat uang.
Biaya rendah, hasil seadanya?
Popularitas? Iklan?
Semua kata-kata itu berputar-putar dalam benak Zhai Nan, seolah-olah ia hampir menemukan kilasan inspirasi.
Li Wenhua melihat Zhai Nan terdiam, lalu bertanya, “Kenapa? Kamu sungguh-sungguh mau investasi serial web?” Sembari berkata demikian, ia tertawa kecil, “Terus terang, aku sama sekali tak menyangka, candaan kita waktu mabuk dulu ternyata akan jadi kenyataan.”
Mendengar itu, Zhai Nan tiba-tiba mendapat pencerahan, seolah-olah inspirasi yang tadi mengambang kini tertangkap, ia menepuk meja keras-keras dan berseru, “Benar, tidak disangka-sangka!”
Zhai Nan sangat mengenal serial web Tidak Disangka-Sangka.
Dalam ingatannya, serial Tidak Disangka-Sangka benar-benar meledak di dunia maya.
Yang paling utama, serial ini dibuat dengan biaya sangat rendah, produksinya pun sangat sederhana, iklan di dalamnya ditempatkan secara terang-terangan.
Tapi justru kekurangan-kekurangan yang lazim ada di serial web, menjadi kekuatan utama Tidak Disangka-Sangka. Biaya murah, produksi asal-asalan, iklan yang dipaksakan, semua itu justru diubah menjadi keunikan dan daya tarik, menjadikan serial web ini fenomenal.
Bayangkan saja di episode pertamanya, efek api dan es yang bahkan tak seharga lima ratus rupiah, pisau mainan plastik yang bisa menyala di tangan Raja Palu, wig palsu yang jelas-jelas terlihat dipakai oleh Guru Bintang, semuanya tampak konyol.
Produksi yang sebegitu buruknya, justru menjadi ciri khas utama Tidak Disangka-Sangka.
Faktanya, apapun itu jika dilakukan sampai ke titik ekstrim, pasti akan sukses.
Model seperti ini—biaya rendah, produksi sederhana, dan iklan terang-terangan—adalah pola yang paling dibutuhkan Zhai Nan saat ini.
Menyadari hal itu, senyum pun merekah di wajah Zhai Nan.
Li Wenhua, yang masih bingung, bertanya, “Tidak disangka-sangka apa?”
Zhai Nan tersenyum dan berkata, “Tidak Disangka-Sangka! Aku akan buat serial web dan judulnya ‘Tidak Disangka-Sangka: Legenda Raja Palu’!”