Bab Sembilan Puluh Delapan — Lebih Miskin dari Kru Film
Zainan memandang semua orang dengan wajah pasrah. Nama "Legenda Wang Dacui" memang terdengar asal-asalan jika dibandingkan dengan judul tim produksi lain. Namun, pemahaman orang-orang di dunia ini tentang perfilman dan komedi tidak seluas pemahaman Zainan.
Memang benar, komedi bertujuan untuk menghibur, tetapi bentuk penyajiannya sangat beragam. Ada humor gelap ala maestro komedi Chaplin, gaya kocak tak masuk akal khas Zhou Xingchi, juga parodi semacam yang ada di "Wanwan". Namun, di dunia ini, komedi selalu harus bermuatan pesan luhur dan bermakna dalam. Setelah menonton, rasanya orang-orang bahkan diwajibkan menulis esai refleksi sepanjang delapan ratus kata.
Itu semua bukanlah yang diinginkan Zainan. Ia hanya ingin membuat orang tertawa. Tak perlu memikirkan pesan moral, tak usah peduli dengan makna tersembunyi, tak perlu pula mempertanyakan logika, sebab tawa itu sebenarnya sesuatu yang sederhana.
Namun, menjelaskan apa itu parodi kepada mereka saat ini rasanya agak sulit juga.
Zainan berpikir sejenak lalu berkata, “Alasan memilih nama ini, kalau dijelaskan singkat mungkin kalian tetap belum paham. Begini saja, aku akan pulang dulu mengambil naskah. Nanti kalian baca, baru aku jelaskan lagi.”
Semua orang mengangguk. Li Wenhua berkata, “Baiklah, mumpung ada waktu, aku sekalian pergi membeli perlengkapan kantor.”
Zainan pun mengangguk, “Begitu saja dulu. Kalau kalian tidak ada keperluan, ikut Wenhua belanja. Yang lain, tetap di sini, lihat-lihat lagi, bersihkan kalau masih ada yang kurang rapi.”
Setelah itu, mereka berpisah untuk menjalankan tugas masing-masing. Zainan langsung pulang ke rumah, sementara Li Wenhua bersama Wu Haotian dan beberapa orang lain pergi membeli perlengkapan kantor.
Sementara itu, beberapa pegawai Perusahaan Tianyuan yang mendapat instruksi dari Mu Fengchun, mulai menjadwalkan ulang penggunaan peralatan. Walau dalam kontrak disebutkan selama ada waktu luang, peralatan boleh digunakan Zainan, namun melihat sikap Mu Fengchun terhadap Zainan, He Le'er pun tak berani menunda-nunda. Ia selalu menyisakan waktu khusus setiap hari untuk Zainan dan timnya.
Peralatan lain seperti kamera dan alat perekam suara juga sudah disiapkan satu set khusus. Bisa dibilang, untuk tim produksi Zainan, semua pintu benar-benar dibukakan lebar, bebas menggunakan apa saja seolah milik sendiri.
Mu Fengchun sendiri, setelah beberapa saat, buru-buru kembali pergi. Melihat gaya perempuan karier seperti itu, sepertinya memang jarang punya waktu luang.
Zainan setelah pulang ke rumah, segera mengambil laptop lalu bergegas kembali ke Tianyuan.
Li Wenhua ternyata sudah lebih dulu kembali, membawa setumpuk perlengkapan kantor. Meski Tianyuan telah menyediakan komputer dan printer, namun peralatan kecil seperti pulpen, kertas cetak, dan kebutuhan habis pakai lainnya memang harus dibeli sendiri oleh Zainan.
Sesampainya di Tianyuan, Zainan langsung menghubungkan laptop ke printer dan mencetak naskah "Wanwan" yang sudah ia ringkas.
Karena setiap episode "Wanwan" berdiri sendiri, Zainan hanya mencetak tiga salinan untuk dibaca bergiliran oleh semua orang.
Ia sendiri duduk di kursi, menunggu pertanyaan yang mungkin muncul kapan saja.
Namun, saat membaca naskah itu, kadang mereka menggelengkan kepala sambil tersenyum kecut, kadang tertawa terbahak-bahak. Hampir satu jam penuh mereka hanya tenggelam dalam naskah tanpa banyak bicara.
Satu jam kemudian, Zainan baru bertanya, “Sudah dibaca semua, kan? Bagaimana pendapat kalian?”
Chen Feng lebih dulu menjawab, “Rasanya tetap seperti film pendek. Apa ada yang mau membeli model seperti ini?”
Zainan mengangguk dan menjawab, “Justru karena konsep pendek seperti ini, kita bisa syuting sambil tayang. Sambil menjual hak siar, kita juga bisa mendapatkan pemasukan dari iklan.”
Chen Feng tampak ragu, “Tapi tim produksi lain biasanya baru menjual hak siar setelah semua selesai syuting. Karena ceritanya bersambung, penonton jadi lebih betah menonton terus.”
Sebelum Zainan menjawab, Li Wenhua dengan wajah muram menimpali, “Itu karena tim produksi lain bermodal besar, sedang kita ini serba kekurangan. Kecuali pengeluaran besar, rata-rata biaya tiap episode bahkan tak sampai sepuluh ribu. Jadi harus syuting sambil jualan, baru cukup modal untuk lanjut syuting.”
Yi Xin tertawa, “Pantas saja Nan sangat hemat. Bukan cuma menarik kami jadi aktor, tapi juga sekaligus tukang angkut. Ternyata memang tim produksi kere.”
Zainan ikut tertawa getir, “Aku juga sudah nekat, awalnya kukira tiga ratus ribu sudah cukup, ternyata setelah mulai, semua butuh biaya. Sekarang aku benar-benar pas-pasan. Jadi mohon bantuan semuanya, tunjukkan kemampuan terbaik kalian.”
Semua mengangguk. Meski hanya pemain figuran, mereka tahu betul berapa besar biaya produksi. Serial web memang lebih banyak makan biaya daripada yang dibayangkan. Tiga ratus ribu tampaknya besar, tapi begitu mulai, langsung terasa tak cukup.
Saat itu, Lin Yi tiba-tiba bertanya, “Kalau soal gaji, bagaimana?”
Pertanyaan Lin Yi membuat semua saling berpandangan, lalu serempak menatap Zainan.
Zainan paham, urusan uang harus jelas meski sesama saudara. Meski semua teman, tak boleh meminta mereka bekerja rugi.
Zainan pun menjawab, “Untuk saat ini, gaji pokok dua ribu sebulan. Kalau nanti ada untung, setelah dipotong biaya produksi, sisanya akan dibagikan sebagai bonus.”
Mendengar itu, wajah semua orang tampak senang.
Meski jadi figuran bisa dapat seratus sehari, sebulan tiga ribu, pada kenyataannya pekerjaan figuran tidak selalu ada setiap hari. Kadang sepuluh hari, bahkan setengah bulan tanpa pekerjaan.
Jadi, Zainan memberi dua ribu sebulan saja sudah cukup memuaskan bagi mereka. Selain itu, meski "Wanwan" hanya serial web, formatnya semacam kumpulan film pendek, jadi setiap orang punya kesempatan jadi pemeran utama.
Saat semua tampak senang, Wang Yuan tiba-tiba batuk lalu berkata, “Ini tidak terlalu baik, ya?”
Semua tertegun, tak paham maksud Wang Yuan.
Zainan juga bingung, lalu bertanya, “Maksudmu bagaimana, Yuan?”
Wang Yuan pun berkata, “Menurutku dua ribu sebulan itu sudah cukup. Soal bonus, aku rasa tidak perlu. Bagaimanapun, serial ini sepenuhnya kau yang biayai, tentu kau juga yang harus mendapat untung.”
Baru semua paham maksud Wang Yuan. Ia bukannya tidak puas dengan gaji yang ditawarkan Zainan, tapi justru khawatir pada Zainan. Singkatnya, ia tidak yakin serial ini akan sukses, takut Zainan justru rugi besar.
Jadi Wang Yuan bicara begitu karena khawatir Zainan akan merugi tapi tetap harus membagi bonus ke semua orang.
Chen Feng yang menyadari maksud Wang Yuan lalu berkata, “Benar kata Yuan. Kita ini cuma figuran, anggap saja ini satu pekerjaan. Dua ribu sebulan sudah cukup, sisanya biar jadi hakmu sebagai investor.”
Lin Yi pun mengangguk, “Aku setuju dengan Yuan, soal upah sudah jelas dari awal. Nanti kalau untung, itu semua milikmu, tak perlu dibagi ke kami.”
Zainan melihat sikap mereka hanya bisa pasrah.
Mereka sudah yakin aku pasti rugi. Belum juga syuting, sudah memberi penghiburan lebih dulu.
Kalau saja mereka tahu betapa populernya "Wanwan" kelak, pasti mereka akan menyesal sejadi-jadinya.
Zainan menggeleng dan berkata, “Syuting saja belum mulai, sudah membahas untung rugi. Soal itu nanti saja kita pikirkan.”