Bab 156: Membantai Habis Keluarga Chen!
“Musnahkan keluarga Chen.” Seiring dengan empat patah kata dingin yang diucapkan oleh Su Ling, rona pucat yang begitu nyata langsung melintas di wajah setiap orang yang hadir.
Karena mereka melihat Su Ling telah mengeluarkan jarum perak, senjata maut perenggut nyawa. Tentu saja, tidak seorang pun dari mereka yang berani meremehkannya barang sedikit pun!
“Serang! Jangan biarkan pemuda ini memiliki kesempatan untuk menggunakan jarum itu!” para pengawal keluarga Chen meraung dengan mata yang dipenuhi seringai buas. Sesaat kemudian, hujan anak panah melesat dan dentuman meriam bergemuruh bersamaan, menerjang ke arah Su Ling secara membabibuta, berniat menghancurkannya berkeping-keping.
Menghadapi badai peluru dan hujan panah yang menutupi langit, Su Ling tetap memasang wajah tanpa ekspresi. Kebencian yang membara bergolak pekat di dalam lubuk hatinya, dan niat membunuh yang menggunung nyaris merenggut kewarasannya!
Su Ling menjepit jarum perak di antara dua jarinya, dan dunia seakan bergetar hebat. Sesaat kemudian, gelombang api yang berkobar dahsyat meledak. Semua panah dan peluru yang ditembakkan ke arah Su Ling langsung meledak menjadi ketiadaan dalam dentuman yang tertahan.
Bum! Bum! Bum!
Lapisan demi lapisan gelombang kejut bagaikan ombak pasang menyebar ke segala penjuru. Wajah para prajurit keluarga Chen berubah drastis, sekujur tubuh mereka tak mampu menahan gemetar. Baju zirah mereka dengan cepat meleleh, dan lidah api berwarna merah darah merayap di antara pori-pori kulit mereka, seketika memicu panas membakar di dalam tubuh mereka.
“Argh! Argh! Iblis! Iblis!” teriak para prajurit itu histeris bagaikan lalat tanpa kepala, meraba-raba ke sekeliling. Api yang berkobar perlahan menggerogoti daging mereka hingga berubah menjadi abu.
“Jarum ini...” Wajah sesepuh keluarga Chen bergetar hebat, urat-urat hijau menonjol di dahinya bagaikan cacing yang menggeliat. “Ini... apa ini melampaui senjata pusaka... Mungkinkah itu tingkatan yang lebih tinggi?!”
Pada saat ini, bahkan keluarga Chen pun mulai merasakan secercah ketakutan di dalam hati mereka. Pemuda bernama Su Ling ini tampaknya memiliki latar belakang yang tidak sederhana!
Namun, justru karena alasan inilah mereka semakin bertekad untuk membunuh Su Ling tanpa ampun. Benih dengan potensi tak terbatas ini, jika dibiarkan tumbuh dan kelak kembali lagi ke keluarga Chen, maka klan mereka benar-benar akan menghadapi bencana kepunahan.
Oleh karena itu, ancaman besar seperti ini harus sepenuhnya dilenyapkan sebelum benar-benar tumbuh menjadi malapetaka.
“Gunakan segala cara! Habisi pemuda itu!” seru sesepuh keluarga Chen dengan suara lantang. “Keluarkan seluruh senjata pusaka yang disimpan keluarga Chen, bagikan jubah tahan api kepada para prajurit, dan siapkan dua puluh tombak penembus tubuh!” Setelah mengucapkan kalimat itu, hatinya kembali terasa nyeri. Semua senjata pusaka ini adalah harta paling berharga dan membanggakan milik keluarga Chen. Jika digunakan dalam pertempuran sekarang, sebagian besar dari mereka pasti akan rusak. Bagaimana mungkin mereka tidak merasa sakit hati?
“Selain itu, api dapat meredam api! Bakar! Nyalakan api di kediaman ini dan kurung pemuda itu di dalamnya! Setelah itu, para pembunuh bayaran maju untuk menghabisinya!” teriak sesepuh keluarga Chen lagi. Kali ini, keluarga Chen benar-benar mengeluarkan modal besar; seluruh senjata pusaka dan kediaman mereka dikorbankan—dan tujuannya hanya untuk menghadapi seorang pemuda belaka.
Bisa dipastikan, tidak lama lagi peristiwa ini akan menyebar ke seluruh kota, membuat setiap orang merasa takjub.
Seketika itu juga, tiga obor bernyala besar dilemparkan ke luar kediaman tempat Su Ling berada. Obor-obor itu jatuh ke tanah, menyambar puing-puing bangunan, dan langsung berkobar dengan ganas. Kepulan asap membumbung tinggi, seketika menelan seluruh kediaman ke dalam kabut pekat.
“Para prajurit, blokade kediaman ini! Jangan biarkan siapa pun lolos! Pemanah dan penembak meriam terus lepaskan tembakan! Pasukan pembunuh bayaran Yingliu, bawa senjata pusaka keluarga Chen dan pergi bereskan sisa-sisa mayatnya!” Segera, tugas-tugas dibagikan kepada seluruh prajurit. Para pemanah menarik busur mereka, melepaskan rentetan panah bagaikan hutan lebat yang meluncur deras ke dalam kediaman. Tak hanya itu, peluru meriam yang masing-masing seberat ribuan kati juga dilemparkan menembus bagian dalam bangunan.
Duar! Duar! Duar!
Begitu meriam-meriam itu disulut, ledakan demi ledakan terjadi. Asap pekat mengepul membentuk awan hitam legam yang membubung ke udara. Semua orang tahu bahwa malam ini, keluarga Chen tidak akan tenang!
Beberapa pembunuh bayaran berjubah hitam juga telah mengenakan jubah tahan api di tubuh mereka, menggenggam tombak penembus tubuh, lalu mengepalkan tangan ke arah sesepuh keluarga Chen sambil berkata dengan suara dalam, “Demi kejayaan keluarga Chen, kami tidak akan takut mati, kami pasti akan membawa pulang kepala Su Ling!” Sesaat kemudian, sesosok bayangan berkelebat dan mereka lenyap dari tempat semula.
“Dengan begini, bahkan jika Su Ling tidak mati, seluruh kemampuan bela dirinya pasti telah musnah, dan dia tidak akan bisa membuat kekacauan lagi di masa depan!” ejek sesepuh keluarga Chen dengan dingin. “Namun, jika dia benar-benar memiliki artefak dewa... maka kekuatan di belakangnya pasti tidak kecil... Karena itu, kita harus melenyapkannya di sini secara diam-diam!”
“Lanjutkan, para pemanah dan penembak meriam! Meskipun harus menghabiskan seluruh amunisi, kita tidak boleh berhenti!” sesepuh keluarga Chen mengepalkan tinjunya dan membentak rendah. Kali ini ia benar-benar telah mempertaruhkan segalanya, mengerahkan seluruh kerja keras dan fondasi warisan keluarga Chen demi menghabisi seorang pemuda...
Para pemanah terus-menerus melepaskan panah, para penembak meriam berulang kali membombardir target, dan suara gema benturan yang bertumpuk-tumpuk meledak tanpa henti. Namun, dari dalam kediaman itu, masih belum terdengar suara apa pun.
Setelah sekitar lima menit berlalu, sesepuh keluarga Chen mulai merasa cemas. Wajahnya tegang, dan ia bergumam, “Mengapa orang-orang itu sudah begitu lama menyusup... tapi masih belum juga keluar?” Sesaat kemudian, ia mengepalkan telapak tangannya, dan rona kegembiraan muncul di wajahnya. “Mungkinkah Su Ling itu sudah tewas terkubur di dalam sana? Dan pihak kita hanya kehilangan beberapa pembunuh bayaran Yingliu saja?”
Jika tidak demikian, mengapa kediaman itu begitu sunyi tanpa suara? Lagipula, kobaran api yang membubung ke langit ini sudah lebih dari cukup untuk membakar pemuda itu hingga menjadi ketiadaan!
Wajah sesepuh keluarga Chen diliputi rasa senang. Ia segera menghentikan para pemanah dan penembak yang hendak melanjutkan serangan. “Tunggu! Tidak perlu membuang-buang sumber daya keluarga lagi. Pemuda itu kemungkinan besar sudah tewas terkubur di dalam kediaman!”
Mendengar perintah itu, para pemanah dan penembak meriam serentak mengendurkan ketegangan mereka, mengembuskan napas bagaikan beban berat yang terangkat dari dada, dengan ekspresi lega di wajah mereka. Ancaman besar itu akhirnya berhasil dilenyapkan—atau setidaknya diduga demikian—dan malapetaka yang dihadapi keluarga Chen dengan demikian telah teratasi.
“Kalian bersiaplah, aku akan masuk lebih dulu untuk memeriksa keadaan yang sebenarnya,” perintah sesepuh keluarga Chen dengan suara berat. Sesaat kemudian, ia menyingsingkan lengan bajunya dan melompat masuk ke dalam kediaman itu. Keserakahan yang telah lama ia tekan melintas sekilas di dalam matanya.
Ha-ha! Orang tua Chen Batian itu akhirnya mati juga! Sekarang, ambisiku untuk merebut posisi kepala keluarga Chen selangkah lebih maju! Sesepuh keluarga Chen itu bernama Chen Yuan. Hubungannya dengan Chen Batian sangat buruk, dan sekarang, melihat rivalnya itu menemui ajal di sini, ia merasa semakin senang di atas penderitaan orang lain.
“Mulai sekarang, keluarga Chen akan dipimpin olehku! Jika berada di tanganmu, bukankah klan ini hanya akan menuju kehancuran?” Chen Yuan tertawa kejam di dalam hatinya. Ia sudah berjalan masuk ke dalam kediaman dan mengamati sekeliling. “Pemuda itu sungguh luar biasa. Jika jarum itu bisa kudapatkan, maka aku juga akan mampu merebut tempat di antara para tokoh terkenal di dunia persilatan!”
Semakin Chen Yuan memikirkannya, ia merasa semakin indah. Ia bahkan tidak mampu menahan tawanya yang keluar dengan suara rendah, tawa yang terdengar seperti raungan serak, begitu gila dan hilang akal.
“Sesepuh keluarga Chen, apa yang sedang kaupikirkan hingga membuatmu begitu gembira?” Tepat ketika Chen Yuan tengah melambungkan khayalan indahnya, sebuah tawa rendah melintas di telinganya. Tawa itu terdengar bagaikan suara hantu, membuatnya merasa merinding seketika, dan bulu kuduk di sekujur tubuhnya langsung berdiri.
Kedua mata Chen Yuan membelalak lebar, dipenuhi rasa terkejut dan ketakutan yang mendalam. Ia melihat Su Ling yang berdiri di tengah lautan api, beserta beberapa mayat pembunuh bayaran yang tergeletak di bawah kaki pemuda itu. Ia ingin menjerit, namun suaranya tertahan di tenggorokan dan sama sekali tidak bisa dikeluarkan.
“Berkat kebodohan keluarga Chen kalian, api roh jarum milikku berhasil memanfaatkan kobaran api kalian hingga mencapai tingkat seperti ini.” Suara Su Ling yang teramat tenang bergema di telinga Chen Yuan. Sesaat kemudian, Chen Yuan seolah kehilangan jiwanya; ia berlutut lemas di tanah dengan tatapan mata yang kosong, hampa, dan tanpa binar kehidupan.
“Hari ini, keluarga Chen kalian pasti musnah, tidak ada yang bisa menghentikannya!” Kemarahan membara di dalam mata Su Ling. Ia sedikit mengepalkan tinjunya, kuku-kukunya menancap sangat dalam ke dalam daging hingga meneteskan darah segar!
Di belakangnya, jenazah Ling Tiancn telah hangus dipanggang oleh api besar. Panas terik yang menyengat membubung ke angkasa, bercampur dengan kabut yang tipis dan tembus pandang.
Sayangnya, Ling Tianchen bukanlah seorang praktisi alam Yuanpo, sehingga ia tidak bisa meninggalkan sisa-sisa jiwa untuk mendapatkan kesempatan hidup kedua kalinya.
“Semoga kau mendapatkan keabadian di dalam kobaran api ini.” Su Ling merangkapkan kedua tangannya, bergumam dalam hati. Sesaat kemudian, ekspresinya berubah tegas, dan ia melangkah keluar.
“Eh?! Ada seseorang yang keluar!” Seorang pemanah yang berada di barisan terdepan adalah orang pertama yang menyadari hal itu. Di balik kabut yang tipis, sesosok bayangan manusia sedang melangkah mendekati mereka.
“Apakah itu sesepuh? Bagaimanapun, jangan kendurkan serangan!” seru seseorang dengan suara lantang. Ribuan anak panah diarahkan lurus ke arah bayangan di dalam kabut tersebut.
Perlahan-lahan, kabut tipis itu pun buyar. Sebuah wajah yang begitu jelas dan familier muncul di hadapan semua orang—sebuah wajah bagaikan mimpi buruk yang membuat hati siapa pun bergetar ngeri.
“Itu pemuda sialan itu! Bagaimana mungkin dia masih belum mati?!” seseorang berteriak histeris, matanya dipenuhi ketakutan yang teramat sangat. Sebenarnya, seberapa mengerikan pemuda ini? Dikeroyok oleh seluruh kekuatan inti keluarga Chen, tetapi dia bisa keluar tanpa cacat sedikit pun?
Pemuda ini benar-benar mampu mendatangkan teror di dalam hati setiap orang. Tampaknya kali ini, keluarga Chen benar-benar menendang pelat besi!
“Lepaskan panah!” teriak para pemanah bagaikan orang gila, menggerakkan gagang busur mereka berulang-ulang. Anak panah demi anak panah melesat cepat dan akurat langsung mengarah ke tubuh Su Ling. Namun, Su Ling hanya melirik sekilas dengan tatapan acuh tak acuh, lalu menjentikkan dua jarinya ringan.
Bum!
Seepal api yang menyala terang bagaikan warna darah membubung naik. Dalam radius sepuluh inci, segala sesuatu langsung berubah menjadi abu mengepul.
“Sudah kubilang, kalian telah merenggut nyawa orang yang amat berharga bagiku, jadi hari ini, jangan harap ada seorang pun dari keluarga Chen yang bisa bertahan hidup!” Niat membunuh yang dingin melintas di mata Su Ling. Nona Ling telah berkorban terlalu banyak untuknya, bahkan... nyawanya sendiri!
Seorang gadis yang tadinya seharusnya bisa hidup tanpa beban, akibat ketidakadilan takdir, harus menjalani seluruh hidupnya dalam kepedihan yang menyesakkan, hingga akhirnya menemui ajalnya yang tragis.
Memikirkan hal ini, hati Su Ling kembali terasa diremas nyeri, seolah ribuan paku tajam menusuk erat ke dalam dadanya, menyayat hatinya hingga terasa begitu perih!
“Pemuda ini! Sebenarnya apa yang terjadi?! Kenapa semua serangan sama sekali tidak berpengaruh sedikit pun padanya?!” teriak pemanah itu dengan suara serak dan parau, matanya dipenuhi ketakutan. Ia sama sekali tidak ingin Su Ling mendadak mengamuk dan membantai mereka semua di tempat ini.
“Semua... sudah berakhir. Kejayaan keluarga Chen berhenti sampai di sini.” Kalimat dingin itu merobek udara dan bergema di telinga setiap orang. Niat membunuh yang menggelegar menyebar liar, membuat siapa pun yang mendengarnya gemetar ketakutan.
Alis semua orang bergetar hebat. Pandangan yang mereka tujukan kepada Su Ling sepenuhnya dipenuhi rasa ngeri yang teramat sangat. Pemuda ini bahkan belum genap berusia dua puluh tahun... namun ia benar-benar menjelma bagaikan dewa maut iblis yang menciutkan nyali siapa pun yang melihatnya.
Bum!
Sejumput api bangkit dari telapak tangan Su Ling, dan seketika itu pula api tersebut merembet menelan seluruh kediaman keluarga Chen. Jeritan dan ratapan kesakitan yang membubung tinggi ke angkasa bergema ke mana-mana, membuat langit dan bumi kehilangan ketenangannya.
...
Malam itu, darah mengalir bagaikan sungai, lautan api melahap seluruh penjuru keluarga Chen, dan ratapan pilu yang menembus langit bergema hingga sejauh seratus mil, tampak begitu jelas dan mengejutkan banyak faksi. Keluarga Chen yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu keluarga besar yang berpengaruh di wilayah ini... telah musnah dibantai! Dan orang yang membantai seluruh keluarga Chen itu, hanyalah seorang pemuda yang luar biasa!
Pemuda itu menggenggam jarum perak yang ramping, memainkan lidah api merah darah yang membakar habis keluarga Chen hingga rata dengan tanah, lalu ia berbalik melangkah pergi!
Legenda keluarga Chen yang telah berjaya selama satu generasi pun akhirnya lenyap sepenuhnya dari dunia ini. Kediaman keluarga besar yang dulunya menjadi penguasa kota ini, kini telah berubah menjadi reruntuhan yang sunyi...