Bab Seratus Empat Puluh: Transformasi Titik Pengumpul Roh
Begitu musim memasuki musim gugur, sebagian besar bunga mulai layu satu demi satu. Namun, kediaman kecil Sia Yan masih dipenuhi semerbak bunga.
Baru saja melangkah ke halaman, ia langsung disambut aroma bunga yang memabukkan.
Sia Yan tanpa sadar menarik napas dalam-dalam. Tenaga dalam yang sedang pulih mengalir dengan stabil melalui seluruh meridian tubuhnya. Pemulihan tenaga dalam tidak harus dilakukan dengan duduk bersila dan menenangkan pikiran. Bahkan saat berjalan pun, tenaga dalam dapat terus pulih. Tentu saja, jika seseorang dapat menenangkan diri dan membimbingnya dengan metode pernapasan, pemulihannya akan berlangsung lebih cepat.
“Kak Sia Yan!”
Mendengar suara dari luar, Cing keluar dari kamar. Begitu melihat Sia Yan, ia segera berseru riang dan berlari menyambutnya. Saat itu, wajah Sia Yan telah berangsur-angsur kembali kemerah-merahan seperti biasa.
Ketika bertarung melawan Sicuang di arena Tantangan Ekstrem, Sia Yan pernah beradu langsung dengan kekuatan teknik bela diri lawannya yang hampir mencapai tiga ratus derajat. Tubuhnya pun mengalami guncangan hebat. Seandainya Titik Pengumpul Roh tidak tiba-tiba mengalami perubahan aneh dan melepaskan sejumlah tenaga spiritual untuk menutrisi meridian serta daging tubuhnya, belum lagi melanjutkan pertarungan, mungkin Sia Yan benar-benar tidak akan mampu berdiri dalam waktu yang lama.
Melihat Cing datang dengan mengenakan gaun panjang hijau muda dan wajah penuh kegembiraan, Sia Yan tersenyum.
“Guk!”
Anjing kampung dari kamar samping di sebelah kanan juga melompat keluar dan menerkam ke arah Sia Yan.
Tatapan Sia Yan menajam. Ia segera mengulurkan tangan kanannya untuk menahan anjing itu, lalu berkata dengan suara berat, “Berhenti!”
Anjing kampung ini sama sekali tidak tampak seperti Serigala Bayangan yang pernah menguasai hutan. Ia benar-benar mirip anjing kampung biasa yang dapat ditemukan di mana-mana di jalanan. Saat melihat pemiliknya, ia akan melompat dengan akrab dan menjilatinya ke sana kemari.
“Guk, guk…”
Ia merengek beberapa kali dengan amat sedih. Kemudian, kepalanya tertunduk dan tubuhnya merunduk di tanah, sesekali melirik Sia Yan.
Melihat pemandangan itu, Cing langsung terkikik. Anjing kampung yang dibawa pulang oleh Kak Sia Yan ini sungguh cerdas. Ia dapat memahami semua perkataan Kak Sia Yan.
“Anjing malas ini pasti ingin makan daging. Cing, pergilah ke pasar dan belilah daging serta sayuran segar,” ujar Sia Yan sambil tersenyum. Bersamaan dengan itu, ia mengeluarkan sekeping koin emas dari kantong uangnya.
“Kak Sia Yan, uang yang terakhir kali kau berikan masih belum habis,” kata Cing cepat-cepat dengan wajah cemas.
Sia Yan melambaikan tangan dan menatap Cing dengan sungguh-sungguh. “Uang sebanyak ini bukan apa-apa bagiku. Cing, kalau kelak kau menghadapi masalah apa pun, katakan saja kepadaku. Jangan pernah merasa sungkan, mengerti? Simpan lebih banyak uang untuk keperluanmu sendiri. Dengan begitu aku juga bisa merasa tenang.”
Cing terdiam sejenak, lalu membuka lebar matanya yang jernih dan berkata dengan lembut, “Baik, Kak Sia Yan. Aku mengerti!”
“Kalau begitu aku pergi dulu, Kak Sia Yan!”
Cing menerima koin emas yang disodorkan Sia Yan, lalu menjawab dengan suara bening.
Sia Yan tersenyum dan mengangguk.
Pasar keluarga Sia terletak di dekat kediaman keluarga Sia. Bahkan dengan kecepatan orang biasa, perjalanan pergi-pulang dengan berjalan kaki tidak akan memakan waktu lebih dari satu dupa.
“Masuklah ke kamarmu dan tunggu. Nanti, setelah Cing kembali, dia akan memberimu makanan.”
Setelah Cing meninggalkan halaman, Sia Yan mengalihkan pandangan kepada anjing kampung yang terus merengek di tanah. Ia menunjuk kamar samping di sebelah kanan.
Anjing itu kembali merengek beberapa kali. Dengan mulut menyeringai dan wajah penuh keluhan, ia mengibaskan keempat kakinya dengan enggan, lalu mundur ke dalam kamar. Namun, pintunya tetap terbuka. Sia Yan dapat melihat bahwa meskipun anjing itu sudah kembali ke dalam, kepalanya diam-diam menjulur keluar. Sepasang matanya yang hijau berkilau menatap Sia Yan dengan tatapan memelas.
Sia Yan tidak lagi memedulikannya dan langsung masuk ke kamarnya sendiri.
“Apa sebenarnya arti perubahan pada Titik Pengumpul Roh? Apakah setiap ahli spiritual akan mengalami perubahan pada Titik Pengumpul Roh mereka?”
Setelah duduk bersila, Sia Yan perlahan memejamkan mata dan mengamati bagian dalam tubuhnya. Di sana, Titik Pengumpul Roh telah berubah menjadi abu-abu keputihan.
“Hm? Benda apa titik-titik cahaya ini?”
Setelah menenangkan diri dan mengamatinya dengan saksama, Sia Yan menemukan bahwa di sekitar Titik Pengumpul Roh, bahkan di sepanjang seratus delapan meridian bela diri yang terhubung dengannya, terdapat sejumlah titik cahaya yang sangat kecil.
Titik-titik cahaya itu terus bergerak seolah-olah hidup. Berkat keberadaannya, Sia Yan merasakan seluruh darah, urat, dan otot tubuhnya dipenuhi vitalitas baru.
Tenaga dalam masih terus mengalir dari berbagai meridian menuju Titik Pengumpul Roh. Setelah melalui proses perubahan, tenaga itu berubah menjadi tenaga spiritual.
Jika hanya melihat kecepatan perubahannya, tidak banyak yang berbeda. Proses itu tidak menjadi lebih cepat. Namun, kendali Sia Yan atas tenaga spiritual telah mengalami perubahan yang luar biasa.
Dahulu, Sia Yan tidak dapat mengendalikan tenaga spiritual dengan sengaja. Tenaga spiritual hanya bercampur dengan tenaga dalam, sehingga yang sebenarnya ia gunakan tetaplah tenaga dalam. Namun sekarang, melalui Titik Pengumpul Roh, Sia Yan dapat mengendalikan tenaga spiritual yang tersebar di seratus delapan meridian bela dirinya.
Perubahan ini mungkin terdengar tidak terlalu besar, tetapi bagi Sia Yan, dampaknya sungguh luar biasa. Mampu mengendalikan tenaga spiritual berarti ia dapat menggunakan tenaga spiritual untuk mengerahkan teknik bela diri, setidaknya sampai batas tertentu. Hal ini benar-benar dapat meningkatkan kekuatannya berkali-kali lipat pada saat-saat genting.
“Benar juga, Cincin Pengikat Roh.”
Pikiran Sia Yan beralih.
“Sekarang hubungan itu kembali terputus.”
Setelah merasakan dengan teliti, Sia Yan tidak lagi menemukan hubungan antara Cincin Pengikat Roh dan Titik Pengumpul Roh. Pada saat itu, Cincin Pengikat Roh telah kembali seperti semula, dingin dan kaku, hanya tampak sebagai sebuah benda biasa.
Namun, sensasi yang muncul secara tiba-tiba di arena Tantangan Ekstrem itu sama sekali tidak mungkin keliru. Perubahan pada Titik Pengumpul Roh sepenuhnya terjadi karena Cincin Pengikat Roh.
Tiba-tiba, gelombang energi ringan bergetar di dalam kamar. Sia Yan segera membuka matanya.
Tubuh lelaki tua Kaisar Suci sedang terbentuk dengan cepat.
Sia Yan sudah menduga bahwa Kakek Kaisar Suci pasti akan muncul untuk menjelaskan semuanya kepadanya. Bagaimanapun juga, hanya dengan menebak-nebak, ia tidak mungkin memahami persoalan ini.
Melihat pupil Sia Yan yang terang sedang menatapnya, lelaki tua Kaisar Suci mengedipkan mata yang memancarkan sinar tajam. Janggut panjangnya yang putih keperakan bergerak tanpa tertiup angin. Kedua tangannya disilangkan di belakang punggung, sementara ia berjalan mondar-mandir di depan tempat tidur.
“Bagaimana? Tidak ada yang ingin kau tanyakan?”
Setelah beberapa saat Sia Yan tetap tidak membuka suara, lelaki tua Kaisar Suci membelalakkan mata dan bertanya.
Sia Yan tertawa kecil, lalu segera menjawab, “Bukan begitu. Hanya saja terlalu banyak hal yang ingin kutanyakan, sampai-sampai aku tidak tahu harus mulai dari mana.”
Memang, ada terlalu banyak hal yang belum dipahami Sia Yan. Apa sebenarnya Cincin Pengikat Roh itu, dan mengapa benda tersebut dapat berhubungan dengan Titik Pengumpul Roh? Bagaimana Titik Pengumpul Roh mengalami perubahan? Apakah perubahan itu akan memengaruhinya? Dan yang paling penting, bagaimana ia bisa mengerahkan tebasan luar biasa pada saat-saat terakhir?
Semuanya dipenuhi tanda tanya.
Mata lelaki tua Kaisar Suci berkilat. Ia merenung sejenak sebelum berkata perlahan, “Aku sudah lama memberitahumu bahwa rahasia Cincin Pengikat Roh tidak hanya terbatas pada Metode Hati Pengikat Roh yang telah kaupelajari. Kelak, kau akan mengungkap rahasia Cincin Pengikat Roh sedikit demi sedikit. Yang perlu kauketahui sekarang adalah bahwa Cincin Pengikat Roh bukan sekadar sebuah benda. Ia telah menyatu denganmu. Kalian terhubung melalui darah dan daging. Hanya saja, karena kekuatanmu saat ini masih belum memadai, kau belum mampu melihat seluruh rahasianya.”
“Lalu bagaimana dengan Titik Pengumpul Rohku?” tanya Sia Yan dengan bingung.
“Titik Pengumpul Rohmu telah mengalami satu kali perubahan. Perubahan ini membawa manfaat yang sangat besar bagimu. Kemampuanmu dalam mengendalikan tenaga spiritual jauh melampaui ahli spiritual biasa. Kelak, menyerap tenaga spiritual dari langit dan bumi juga akan menjadi sepuluh kali lebih mudah.”
Lelaki tua Kaisar Suci menyeringai.
“Yang paling penting, kemampuan mengendalikan tenaga spiritual sangatlah diperlukan dalam meramu pil. Sebagian besar ahli spiritual tidak dapat menjadi peramu pil karena kemampuan mereka dalam mengendalikan tenaga spiritual terbatas.”
“Setelah mengalami perubahan, tenaga spiritual yang dilepaskan oleh Titik Pengumpul Roh juga berbeda dari tenaga spiritual biasa. Tenaga ini memiliki khasiat penyembuhan yang sangat kuat. Saat bertarung melawan Sicuang, tubuhmu terpental dan meridian, otot, serta tulangmu mengalami cedera. Namun, setelah dibasahi oleh tenaga spiritual itu, tubuhmu tidak lagi mengalami masalah serius. Seandainya tidak ada tenaga spiritual tersebut, kau setidaknya harus beristirahat selama setengah bulan.”
“Kalau dipikir-pikir, bocah, kau benar-benar mengejutkanku. Bahkan aku tidak menyangka kau dapat mengaktifkan Cincin Pengikat Roh dan membuatnya mengubah Titik Pengumpul Rohmu secepat ini. Dahulu, baru setelah mencapai tingkat Penguasa Spiritual aku berhasil mengaktifkan Cincin Pengikat Roh untuk mengubah Titik Pengumpul Rohku. Sungguh…”
Lelaki tua Kaisar Suci menggeleng-gelengkan kepala dengan kagum.
Sia Yan sedikit tertegun. “Aku mengaktifkan Cincin Pengikat Roh?”
“Pantas saja aku merasa ada titik-titik cahaya aneh di tempat-tempat yang dipenuhi tenaga spiritual!”
“Benar. Pada saat-saat terakhir, kekuatan mentalmu meledak dan mengaktifkan Cincin Pengikat Roh. Pada saat itu, potensi tersembunyimu juga ikut meledak. Kau bahkan berhasil mengerahkan teknik pedang yang kekuatannya sebanding dengan teknik bela diri dari kitab rahasia tingkat langit. Aku sendiri sampai terkejut.”
Lelaki tua Kaisar Suci menatap Sia Yan.
“Adapun titik-titik cahaya yang kaulihat, itu adalah partikel tenaga spiritual yang dilepaskan oleh Titik Pengumpul Roh setelah mengalami perubahan.”
“Jadi, teknik pedang yang kugunakan pada akhirnya memang muncul karena ledakan potensi?”
Sia Yan membuka mulutnya. Bahkan ia sendiri sulit mempercayainya. Ia masih mengingat kedahsyatan tebasan itu, tetapi sama sekali tidak mampu mengingat bagaimana cara mengerahkan serangan tersebut.
Sekarang, mustahil baginya untuk kembali menggunakan tebasan yang mengguncang langit dan bumi itu.
Namun, tenaga spiritual di dalam tubuh Sia Yan kini memiliki khasiat penyembuhan yang sangat kuat. Dengan tenaga spiritual seperti itu, sekalipun terluka, ia dapat pulih dengan cepat. Jika seluruh tenaga dalamnya berhasil diubah menjadi tenaga spiritual, kekuatan Sia Yan, meskipun baru berada pada tahap awal sebagai ahli spiritual, tidak akan dapat diukur dengan standar ahli spiritual tahap awal biasa.
Dibandingkan ahli spiritual pada umumnya, ia jelas memiliki keunggulan yang sangat besar.
Yang paling perlu segera ia lakukan sekarang adalah memperbesar Titik Pengumpul Roh agar kecepatan perubahan tenaga dalam menjadi tenaga spiritual meningkat. Sayangnya, perubahan kali ini tidak membuat Titik Pengumpul Roh membesar. Ukurannya masih sebesar ujung jari.
“Benar. Sia Yan, kau memang jenius. Tidak heran Cincin Pengikat Roh memilihmu. Kurasa alasannya bukan semata-mata karena garis keturunanmu memenuhi syarat.”
Ekspresi lelaki tua Kaisar Suci tiba-tiba berubah serius.
“Namun, mengaktifkan potensi tidak boleh dilakukan dengan sengaja. Jika tidak, begitu kau mengalami penyimpangan dalam latihan, akibatnya bisa ringan berupa menjadi orang yang tidak berguna, atau berat berupa kehilangan nyawa.”
Sia Yan juga memahami hal itu. Potensi disebut potensi karena merupakan kekuatan tersembunyi yang berada di dalam tubuh dan biasanya tidak dapat digunakan secara bebas. Jika dipaksa untuk bangkit, sangat mungkin muncul perubahan yang tidak terduga. Ledakan potensi pun harus terjadi secara alami, pada saat yang tepat.
Sia Yan mengangguk dan menarik napas. Matanya berkilat.
“Kakek Kaisar Suci, tenang saja. Aku tidak akan mengejar hasil secara tergesa-gesa dan melakukan sesuatu yang justru merugikan diri sendiri. Aku memahami jalan kultivasi.”
Mendengar perkataan Sia Yan, lelaki tua Kaisar Suci tersenyum lega dan mengangguk.
“Bagus. Jalan yang harus kautempuh masih sangat panjang. Saat ini baru permulaan. Hehe, Sia Yan, dengan Cincin Pengikat Roh ini, sudah ditakdirkan bahwa kau tidak akan menjadi orang biasa.”
Begitu mengucapkan kalimat terakhir, sosoknya menghilang dan kembali ke dalam Cincin Pengikat Roh.
Cincin Pengikat Roh ini jelas bukan sekadar benda biasa. Ia juga memiliki semacam kesadaran.
Sia Yan mengusap lembut Cincin Pengikat Roh yang melingkar di jarinya. Dari dalam matanya tiba-tiba terpancar kilatan cahaya tajam, lalu perlahan menghilang tanpa suara.